Tag Archive for: Sosial Kemasyarakatan

Yayasan Hikayat Menginspirasi Santunan Anak Yatim dan Lansia

GIRIAWAS – Suasana religius dan penuh kehangatan menyelimuti DKM Darul Falah, Desa Giriawas, pada Sabtu malam (17/1/2025), saat Yayasan Hikayat menggelar kegiatan santunan anak yatim dan lansia yang dirangkai dengan peringatan Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus DKM, unsur pemerintah desa, serta warga sekitar yang antusias mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga akhir. Selain menjadi momentum memperingati perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, acara ini juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim dan para lanjut usia di lingkungan Desa Giriawas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Diba yang dilanjutkan dengan Mahlul Qiyam, diiringi lantunan shalawat yang menggema khidmat di dalam masjid. Setelah itu, Yayasan Hikayat menyerahkan santunan kepada anak yatim dan lansia, yang disambut haru oleh para penerima manfaat dan keluarga mereka. Ketua DKM Darul Falah, Aceng Kohar Musaddad, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Yayasan Hikayat atas konsistensinya dalam menjalankan kegiatan sosial berbasis keumatan. Ia menilai santunan ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga penguat ikatan emosional dan solidaritas antarwarga. Kegiatan ini sangat berarti, bukan hanya bagi anak-anak yatim dan para lansia, tetapi juga bagi kita semua sebagai pengingat pentingnya berbagi dan saling peduli, ujar Aceng Kohar Musaddad.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Desa Giriawas, Deni Sunjani, yang menyatakan dukungan penuh terhadap program Yayasan Hikayat. Ia menilai, kegiatan ini patut menjadi contoh bagi komunitas dan lembaga lain dalam mengembangkan gerakan sosial yang berkelanjutan. “Yang membuat kegiatan ini istimewa, modal santunan berasal dari hasil pengelolaan bank sampah di lingkungan serta dukungan para donatur. Ini menunjukkan bahwa dari hal sederhana seperti sampah pun bisa lahir kebaikan besar,” kata Deni Sunjani.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tabligh akbar yang disampaikan oleh KH. P. Arifin, S.IP., MA, selaku Ketua MUI Desa Giriawas. Dalam tausiyahnya, beliau menguraikan makna Isra Mi’raj sebagai momentum peningkatan kualitas iman dan kepedulian sosial. “Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa spiritual, tetapi juga mengajarkan kita tentang tanggung jawab sosial. Salah satunya dengan menyantuni anak yatim dan memperhatikan kaum dhuafa,” tutur KH. P. Arifin. Beliau juga mengapresiasi Yayasan Hikayat yang telah mengemas peringatan hari besar Islam dengan kegiatan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sebagai penutup, acara dipungkas dengan pembacaan doa bersama, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh jamaah serta para donatur. Setelah itu, seluruh peserta kegiatan menikmati makan bersama, menambah suasana kekeluargaan dan kebersamaan.

Menariknya, kegiatan santunan oleh Yayasan Hikayat ini tidak bersifat insidental. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali dan digelar secara bergilir di setiap DKM yang ada di wilayah Desa Giriawas. Sumber dana utama berasal dari pengelolaan bank sampah warga serta donasi dari masyarakat yang peduli.

Model pengelolaan ini menginspirasi banyak pihak, karena memadukan kepedulian lingkungan dengan gerakan sosial keagamaan. Dari sampah yang dipilah dan dikelola, lahir dana yang bermanfaat untuk menyantuni anak yatim dan lansia. Dengan kegiatan ini, Yayasan Hikayat tidak hanya menguatkan nilai-nilai keislaman, tetapi juga menanamkan semangat gotong royong dan kemandirian sosial di tengah masyarakat Desa Giriawas.

Santunan Anak Yatim Sumber : Dani Sawaludin (17/1/2026)

Bhakti Desa Permata Intan Garut Resmi Dibuka di Giriawas

GIRIAWAS – Kegiatan Pembukaan Bhakti Desa Perhimpunan Mahasiswa Kota Intan Garut (Permata Intan Garut) resmi digelar di Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Selasa (12/1/2025). Acara ini menjadi awal dari rangkaian pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang akan berlangsung selama dua pekan, mulai 12 hingga 26 Januari 2026. Kegiatan pembukaan tersebut dihadiri oleh jajaran lembaga desa, para Ketua RT dan RW se-Desa Giriawas, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah kecamatan. Tahun ini, Bhakti Desa mengusung tema “Ngajadikeun Permata Intan Nu Sajati Ngabdi Ka Lemah Cai, Sangkan Garut Madani”, yang menekankan semangat pengabdian mahasiswa kepada tanah kelahiran demi terwujudnya Garut yang madani.

Acara diawali dengan sambutan dan maksud kedatangan yang disampaikan oleh Suni Subagja, selaku Ketua Umum Permata Intan Garut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Bhakti Desa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membantu pembangunan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Kami datang bukan hanya untuk belajar dari masyarakat, tetapi juga untuk bekerja bersama masyarakat. Semoga kehadiran kami selama dua pekan ke depan bisa memberi manfaat dan mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga Giriawas, kutipan sambutan.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Giriawas yang menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Ia mengapresiasi inisiatif Permata Intan Garut yang secara konsisten melaksanakan kegiatan Bhakti Desa sebagai wujud kepedulian generasi muda terhadap pembangunan desa. Sambutan berikutnya datang dari Camat Cikajang, yang berharap agar seluruh program yang dirancang dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga selama kegiatan berlangsung.

Momen penting dalam pembukaan kegiatan ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis dari Reza Apriyandi, selaku Ketua Organizing Committee (OC) Permata Intan Garut, kepada Kepala Desa Giriawas. Penyerahan tersebut sekaligus menjadi simbol dimulainya secara resmi rangkaian Bhakti Desa di Giriawas. Setelah itu, panitia memaparkan rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Sebanyak 56 mahasiswa akan terlibat langsung dalam pelaksanaan 13 program utama, yang mencakup berbagai bidang antara lain: Pelayanan Administrasi Kependudukan bersama Disduk Capil, Pengembangan Potensi UMKM Lokal, Fun Match Volly Ball, Cek Kesehatan Gratis dan Penyaluran Alat Pengusir Lalat, Seminar Pendidikan, Penyaluran Al-Qur’an, Perlombaan Tingkat SD dan Perpisahan Sekolah, Donasi Buku Ranah SMP, Penanaman Pohon, Penyaluran Gerobak Sampah, dan Kegiatan Pamungkas Penutupan. Seluruh program tersebut dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga penguatan ekonomi warga.

Selama kegiatan berlangsung, posko utama mahasiswa berada di Kampung Giriayu RT 02 RW 02, Desa Giriawas. Posko ini akan menjadi pusat koordinasi seluruh aktivitas Bhakti Desa, dan akan berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat baik para pemuda, karang taruna, lembaga desa, tokoh agama dan masyarakat, serta intansi terkait yang ada di wilayah Desa Giriawas.

Dengan dibukanya kegiatan Bhakti Desa Permata Intan Garut ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang kuat antara mahasiswa dan masyarakat Desa Giriawas, serta tercipta dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan desa.

Suasana Haru Warnai Syukuran Masjid Baru DKM Miftahul Hikmah

GIRIAWAS, CIKAJANG – Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Pengajian Majlis Ta’lim Tingkat Desa Giriawas yang dirangkaikan dengan Tasyakur Bi’nimah atas Rampungnya Pembangunan Masjid Baru, bertempat di Kampung Sukadana RW 13, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Minggu (4/1/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Giriawas dalam mensyukuri hadirnya masjid baru sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat. Acara dihadiri oleh para Ketua DKM se-Desa Giriawas beserta jamaahnya, unsur RT dan RW, Ketua Pemuda, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan istigasah yang dipimpin oleh sesepuh Desa Giriawas, Aki Empid SR, yang mengajak seluruh jamaah untuk bermunajat dan memohon keberkahan atas masjid yang telah dibangun, agar menjadi sumber kebaikan dan kemaslahatan bagi umat. Setelah itu, lantunan ayat suci Al-Qur’an melalui tilawatil Qur’an oleh Ust. Ayi menambah kekhusyukan suasana.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Desa Giriawas, KH. P. Arifin, S.IP., MA, menekankan bahwa masjid harus difungsikan tidak hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan penguatan akhlak masyarakat. “Masjid harus menjadi ruang yang hidup, tempat umat belajar, berdiskusi, dan mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya di hadapan jamaah.

Sementara itu, Kepala Desa Giriawas, Deni Sunjani, menyampaikan apresiasi kepada DKM Miftahul Hikmah, panitia, dan seluruh warga yang telah bergotong royong dalam pembangunan masjid serta penyelenggaraan kegiatan pengajian ini. Ia menilai, kolaborasi antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah desa menjadi kunci suksesnya kegiatan keagamaan di tingkat desa.

“Kami berharap masjid ini bukan hanya berdiri secara fisik, tetapi juga hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan yang mampu membentuk karakter religius masyarakat Giriawas,” kata Deni Sunjani.

Acara puncak diisi dengan tabligh akbar oleh Ust. Sasa Salahudin Al Banani. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk memperkuat rasa syukur atas nikmat Allah SWT, khususnya nikmat memiliki masjid yang layak dan nyaman, serta menumbuhkan semangat memakmurkan masjid melalui shalat berjamaah, majlis ta’lim, dan kegiatan sosial keumatan. 

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Dukungan dari berbagai pihak turut menyukseskan acara, di antaranya fasilitasi perlengkapan tenda dan sound system yang disediakan oleh BUMDes Mitra Warga Desa Giriawas.

Dengan terselenggaranya pengajian dan tasyakur bi’nimah ini, masyarakat berharap masjid baru DKM Miftahul Hikmah dapat menjadi pusat peradaban kecil di Kampung Sukadana RW 13, sekaligus mempererat silaturahmi dan semangat kebersamaan antarwarga Desa Giriawas.

 

Musyawarah Penetapan APBDes Giriawas 2026

Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, menggelar musyawarah penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 pada Rabu, 31 Desember 2025, pukul 13.15 WIB di Gedung Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas. Acara ini dihadiri perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga, menjadi momen krusial menutup tahun fiskal 2025 dengan penyesuaian anggaran akibat kebijakan nasional baru.

Acara dibuka dengan sambutan Camat Cikajang, Riyana Taspirin, S.Sos., yang sekaligus mensosialisasikan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Nomor 16 Tahun 2025 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Sosialisasi ini menyoroti penurunan pagu Dana Desa Giriawas hingga sekitar 70%, dari Rp1.203.829.000 menjadi Rp373.456.000. Camat menekankan bahwa penurunan ini bagian dari refocusing anggaran nasional untuk prioritas strategis.

Kebijakan mendasar yang disosialisasikan mencakup kewajiban alokasi minimal untuk BLT-DD, KDMP, dan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan usaha tani serta sanitasi berbasis masyarakat. Permendes ini mewajibkan desa mengoptimalkan sumber PADes alternatif untuk menutup defisit, sambil memastikan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan.

Setelah sambutan camat, Kepala Desa Giriawas mempresentasikan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026 yang telah disesuaikan dengan pagu indikatif dan untuk menyesuaikan dengan pagu definitif akan dilaksanakan kembali Musyawarah Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. Prioritas utama difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga miskin, pengembangan ekonomi desa, dan pemeliharaan aset seperti jalan lingkungan dan jalan desa yang menjadi poros aktivitas warga. Musyawarah berlangsung dua jam dengan diskusi sengit antarpeserta.

Warga menyuarakan kekhawatiran atas penurunan drastis, tetapi sepakat memprioritaskan program berkelanjutan. BPD memberikan masukan teknis terkait pengkodean anggaran sesuai format standar Kementerian Keuangan, memastikan APBDes taat aturan.

Rahmat Hidayat (31/12/2025)

Hasil Penetapan APBDes dan Komitmen Bersama

Musyawarah menghasilkan persetujuan APBDes 2026 dengan pagu pendapatan Rp373.456.000, di mana dialokasikan untuk BLT-DD bagi KK miskin,  serta sisanya untuk infrastruktur dan pelayanan publik. Dokumen APBDes disahkan melalui voting bulat, ditandatangani kepala desa, ketua BPD, dan perwakilan masyarakat.

Camat Riyana Taspirin menutup acara dengan apresiasi atas kematangan musyawarah desa, menjanjikan pendampingan teknis dari kecamatan untuk optimalisasi dana terbatas. Warga Giriawas berkomitmen menjaga transparansi melalui musrenbang semesteran dan laporan publik.

Dampak dan Harapan Menuju 2026

Penetapan APBDes ini menjadi pelajaran berharga bagi Giriawas dalam menghadapi era Dana Desa yang lebih efisien, mendorong inovasi seperti koperasi desa digital dan pariwisata berbasis budaya lokal. Dengan pagu baru, desa tetap optimis mempertahankan prestasi 2025, termasuk sport center yang kini jadi kebanggaan warga. Musyawarah ini memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat, siap menghadapi tantangan tahun anggaran mendatang.

Majlis Ta’lim sebagai Media Silaturahmi dan Penguatan Komunikasi Warga

Pada tanggal 30 November 2025, Desa Giriawas menggelar pengajian Majlis Ta’lim tingkat desa yang diselenggarakan di Masjid DKM Darul Falah, Kampung Babakan Jolok RW. 09. Kegiatan ini berlangsung dengan meriah dan penuh semangat, menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan komunikasi antarwarga desa.

Acara pengajian dihadiri oleh seluruh warga Desa Giriawas, termasuk para tokoh masyarakat, jajaran lembaga desa, dan tamu kehormatan dari luar desa. Salah satunya yaitu Komisi II anggota DPRD Kabupaten Garut, Bapak Dindin Mauludin, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan dan kebersamaan warga tersebut.

Pengajian dimulai tepat pukul 08.00 pagi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ayi Yuana, S.Pd., yang mengawali acara dengan penuh khidmat dan khusyuk. Pembacaan ayat suci ini mengantarkan suasana menjadi tenang, menguatkan pondasi spiritual dalam acara Majlis Ta’lim.

Selanjutnya, sambutan dari panitia pelaksana disampaikan secara hangat, yang mengapresiasi antusiasme warga dalam mengikuti pengajian meskipun masi terdapat banyak kekurangan dalam penerimaan baik dari sisi sarana maupun prasarana. Kemudian bapak Deni Sunjani Kepala desa Giriawas memberikan sambutan yang berisi dorongan agar pengajian rutin ini tetap terpelihara serta menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang keagamaan tetapi juga wadah komunikasi sosial antar warga.

Puncak dari acara adalah tabligh akbar yang dibawakan oleh Ustadz Endang Al Ansori. Dengan gaya penyampaian yang menarik dan penuh inspirasi, Ustadz Endang menyampaikan materi pengajian yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi, meningkatkan keimanan, serta mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Para warga desa menyimak dengan penuh perhatian, terbukti dari interaksi hangat dan tanya jawab setelah ceramah selesai.

Kegiatan pengajian ini berlangsung lancar tanpa kendala berarti, didukung pula oleh cuaca yang cerah dan bersahabat sepanjang hari. Suasana kebersamaan terlihat jelas di antara para peserta, yang selain mengikuti pengajian juga saling bertukar kabar dan mendiskusikan berbagai hal terkait pembangunan desa.

Dengan terselenggaranya pengajian Majlis Ta’lim tingkat desa Giriawas ini, diharapkan semakin memperkuat rasa solidaritas dan keharmonisan warga serta menjadi pijakan untuk kegiatan keagamaan dan sosial yang lebih berkelanjutan di masa depan. Desa Giriawas membuktikan bahwa melalui pengajian tidak hanya keimanan yang dipupuk, tetapi juga ikatan sosial yang erat antar warga.

Kegiatan Majlis Ta’lim Bulanan Desa Giriawas di Kp. Margaluyu RW 11 Mengundang Mubaligh Kondang

Pada hari Minggu, 26 Oktober 2025, Desa Giriawas kembali menggelar kegiatan Majlis Ta’lim tingkat desa yang berlangsung di Kampung Margaluyu, RW 11. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Iman dengan semangat kebersamaan warga dan antusiasme tinggi dari para peserta.

Majlis Ta’lim bulan ini menghadirkan Qori ternama, Ustadz Nanang Saripudin, yang berasal dari Cibodas, Kecamatan Cikajang. Beliau membawakan lantunan ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdu yang begitu menggetarkan hati jamaah. Hadir pula Mubalig berpengalaman KH Aceng Idang Busrol Karim, yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Ma’rupul Hidayah Barukai Cigedug. KH Aceng memberikan ceramah bertema keagamaan yang penuh makna, membangkitkan semangat keimanan dan motivasi bagi seluruh jamaah.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan ini merupakan agenda bergilir antar lingkungan RW di Desa Giriawas, sehingga menjadi wadah edukasi dan pembinaan keagamaan yang efektif sekaligus mempererat silaturahmi antar warga desa. Dengan lokasi yang berpindah-pindah di tiap RW, setiap daerah mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah dan menampakkan kekompakan komunitasnya.

Meski pada akhir acara turun hujan deras, tidak mengurangi semarak dan kelancaran kegiatan. Para jamaah tetap bertahan dan mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai dengan tertib dan penuh khidmat. Hujan justru menambah suasana spiritual yang khusyuk dan menjadi berkah tersendiri bagi warga yang berpartisipasi.

Acara Majlis Ta’lim di Desa Giriawas ini tidak hanya sebagai sarana pembelajaran agama tapi juga sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa. DKM Nurul Iman bersama tokoh agama serta pengurus RW secara konsisten mendukung terlaksananya program ini dengan maksimal.

Kepala Desa Giriawas memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini. Beliau berharap Majlis Ta’lim ini dapat terus berjalan dengan baik, menjadi forum yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas iman dan takwa masyarakat Giriawas, serta menjaga keharmonisan antar warga lintas RW.

Secara umum, kegiatan Majlis Ta’lim di Kp. Margaluyu RW 11 itu menunjukkan bahwa semangat keagamaan desa masih kuat, sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa tetangga dalam pengelolaan pembinaan umat Islam yang terpadu dan berkelanjutan.

Penemuan Sampah Limbah Kulit Di Desa Giriawas, Pemerintah Desa Giriawas Bergerak Cepat!!!

Garut, 25 Oktober 2025 — Warga Desa Giriawas digemparkan dengan penemuan sampah atau limbah kulit di beberapa lingkungan desa mereka. Lokasi yang terdampak adalah Kampung Giriawas RT 01 RW 03, Kampung Jolok RT 04 RW 07, dan Kampung Sukadana RT 03 RW 12. Penemuan ini terjadi pada hari Kamis malam, 23 Oktober 2025.

Menurut keterangan salah seorang warga setempat, Bu Tita, kejadian bermula sekitar pukul 2 dini hari ketika dirinya melihat sebuah mobil melintas dan diduga menurunkan barang di daerah tersebut. Namun warga tidak menyadari bahwa barang yang dibuang tersebut adalah limbah kulit. 

“Saya hanya lihat ada mobil yang lewat dan ada orang yang menurunkan sesuatu, tapi tidak tahu kalau itu sampah kulit,” ujar Bu Tita.

Pemerintah Desa Giriawas segera mendapatkan informasi dari manajemen PT Perkebunan Nusantara I Reg 2 Kebun Cisaruni mengenai kasus ini. Pihak perusahaan menyatakan bahwa kejadian limbah serupa sebenarnya juga ditemukan di beberapa wilayah perkebunan lainnya yang berada di luar wilayah Desa Giriawas. Hal ini menunjukkan adanya masalah yang lebih luas terkait pengelolaan limbah kulit.

Sumber : Hedi Darnia (24/10/2025) Penemuan Tumpukan Limbah Kulit di Desa Giriawas

Menanggapi temuan tersebut, Pemerintah Desa Giriawas mengambil langkah cepat dan melakukan koordinasi dengan pihak PT Perkebunan Nusantara I Reg 2 Kebun Cisaruni, Forkopimcam Kecamatan Cikajang, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut. Koordinasi ini dilakukan melalui surat resmi yang dilayangkan oleh pemerintah desa dengan beberapa poin penting diantaranya sebagai berikut:

  1. Melakukan investigasi dan verifikasi terhadap pelaku usaha pengelolaan kulit yang diduga membuang limbah secara tidak sesuai aturan.
  2. Memberikan teguran dan pembinaan kepada pelaku usaha agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
  3. Melakukan evakuasi dan pembersihan lokasi dengan pengerahan truk sampah yang akan membawa limbah tersebut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sesuai standar lingkungan.

 

Harapan dari Pemerintah Desa Giriawas dan semua pihak terkait adalah agar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut dapat segera menindaklanjuti permasalahan ini dengan tindakan tegas dan terkoordinasi. Kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga limbah berbahaya seperti kulit yang tidak dikelola dengan baik tidak terus mencemari lingkungan.

Temuan limbah kulit ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pelaku usaha dan warga agar selalu memperhatikan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab. Pemerintah Desa Giriawas juga berkomitmen untuk terus memantau dan menjaga kebersihan lingkungan serta mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi generasi masa depan.

Santunan Anak Yatim ’Program Onta (saONs sabaTA)’: Harmoni Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat untuk Kebaikan Bersama, Sedekah dari Kegiatan UPLAND PROJECT Tahun 2025

Giriawas, 19 Oktober 2025 — Suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan tercipta di Gedung Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas pada hari Minggu, 19 Oktober 2025. Sebuah kegiatan amal dengan tajuk Santunan Anak Yatim bersumber dari (Upland Project Tahun 2025) terselenggara berkat hasil kolaborasi yang harmonis antara Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat. Acara ini menjadi momentum penting bagi semua pihak yang terlibat untuk menunjukkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong demi kebahagiaan anak-anak yatim di sekitar desa.

Kegiatan santunan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat yang mendukung keberhasilan acara. Tampak hadir para tokoh masyarakat serta pelaku dan kelompok tani anggota Gapoktan Restu Bumi, Kepala Desa Giriawas beserta jajaran perangkat desa, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) juga memberikan apresiasi langsung atas inisiatif mulia ini. Tak ketinggalan, Kepala Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut turut hadir memberikan dukungan penuh. Representasi dari legislatif diwakili oleh anggota DPRD Komisi II, Dindin Mauludin, S.Pd.I., M.M., yang sangat mengapresiasi gagasan program ini sebagai bentuk konkret sinergi antara sektor pertanian dan kesejahteraan sosial.

Sumber : Saripul Hayat (19/10/2025) Kebersamaan Berbagai Elemen dalam Kegiatan Sosial Keagamaan

Program santunan anak yatim ini memiliki kisah unik dan khas sebagai buah dari kolaborasi dua organisasi dengan latar berbeda namun satu tujuan mulia. Yayasan Hikayat yang selama ini konsisten mengelola dan membina anak-anak yatim di berbagai wilayah melakukan kerja sama dengan Gapoktan Restu Bumi yang bergerak dalam bidang pertanian terutama pengolahan tanaman kentang sebagai program upland. Dari hasil panen kentang tersebut, Gapoktan menyisihkan sebagian hasilnya untuk disalurkan sebagai santunan kepada anak-anak yatim melalui Yayasan Hikayat.

Inisiatif ini tidak hanya sebuah kegiatan sosial biasa, melainkan sebuah cita-cita agar program dapat berkelanjutan yang diberi nama “Santunan Anak Yatim bersumber Anggaran Program Onta (Réréongan saOns sabaTa) dari Upland Project Tahun 2025” yang mengandung makna kekeluargaan dan kebersamaan dalam membantu sesama. Dengan pendekatan program ini, Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat berkomitmen menjadikan santunan sebagai agenda rutin yang melibatkan partisipasi masyarakat tani sekaligus menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial.

Acara santunan berlangsung dengan suasana yang sangat khidmat dan penuh rasa haru. Anak-anak yatim yang hadir menerima bantuan berupa uang santunan serta bingkisan khusus yang disiapkan dengan penuh perhatian. Seruan dan sambutan dari berbagai pihak menambah kehangatan suasana, mengingat betapa pentingnya dukungan bersama dalam membangun masyarakat yang kuat dan peduli.

Kepala Desa Giriawas, Deni Sunjani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesungguhan Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat yang telah merancang program ini. Beliau berharap kegiatan ini bisa menginspirasi kelompok masyarakat lain untuk melakukan aksi sosial serupa demi kesejahteraan dan kebahagiaan anak-anak yang membutuhkan. “Kegiatan ini bukan hanya soal memberikan bantuan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan dan rasa memiliki antar sesama di desa kita,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Haeruman, sangat tersentuh ”kegiatan seperti ini menjadi contoh inspiratif bagaimana kita bisa bersama-sama membangun desa yang maju dan berkeadaban, di mana hasil pertanian tidak hanya untuk kesejahteraan ekonomi, tetapi juga menjadi sarana berbagi dan menebar kebaikan. Semoga kolaborasi ini terus berkembang, menjadi model bagi desa-desa lain dalam menerapkan pendekatan pembangunan yang holistik dan berkelanjutan. Terima kasih atas dedikasi semua pihak, terutama Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat, serta seluruh masyarakat Desa Giriawas yang telah mendukung keberhasilan acara ini” Tuturnya.

Sementara itu, Dindin Mauludin, anggota DPRD Komisi II, menyatakan dukungan legislatif terhadap program ini. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. “Sinergi antara Gapoktan dan Yayasan seperti ini harus didukung dan dikembangkan agar dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat terutama generasi muda yang memerlukan perhatian dan perlindungan,” kata beliau.

Sumber : Dani Sawaludin (19/10/2025) Pemberian Santunan Anak Yatim

Para pelaku dan kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Restu Bumi merasa bangga dapat berkontribusi secara langsung terhadap kesejahteraan anak yatim melalui hasil panen mereka. Ini merupakan wujud nyata dari keberlanjutan pertanian yang tidak hanya fokus pada hasil ekonomi, tetapi juga pada nilai sosial kemasyarakatan.

Kegiatan Santunan Anak Yatim kolaborasi Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat di Desa Giriawas hari ini menjadi contoh nyata bahwa melalui kebersamaan dan kepedulian, kesejahteraan komunitas dapat ditingkatkan. Sesuai dengan moto Program Onta, “Bersama kita berbagi dan peduli dalam suka dan duka,” diharapkan semangat ini terus bergelora dalam kehidupan masyarakat Desa Giriawas dan sekitarnya.

Survei Lokasi Rencana Pembangunan Jalan Lingkungan ke Tempat Pemakaman Umum di Kampung Giriawas

Pemerintah Desa Giriawas Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut sedang mempersiapkan rencana pembangunan jalan lingkungan sepanjang 207 meter yang menghubungkan akses ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kampung Giriawas RT 01 RW 03. Kegiatan survei lokasi dikoordinasikan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Garut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur desa yang melayani kebutuhan masyarakat secara langsung.

Survei lokasi yang dilaksanakan bertujuan untuk mengukur kondisi existing jalan dan lahan sekitar, menentukan titik awal dan akhir jalan baru, serta memastikan spesifikasi teknis pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat. Pembangunan jalan ini diharapkan dapat mempermudah akses keluarga dan masyarakat menuju TPU, terutama di saat-saat kunjungan dan kegiatan keagamaan.

Sumber : Rahmat Hidayat (16/10/2025)

 

Jalan lingkungan sepanjang 207 meter ini akan menggunakan spesifikasi yang sesuai standar dinas terkait agar memberikan keamanan, kenyamanan, dan daya tahan lama bagi pengguna. Selain itu, pembangunan jalan tersebut mendukung kelancaran mobilisasi serta mendukung pengelolaan lingkungan pemakaman yang lebih baik.

Rencana pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Garut dan Desa Giriawas dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana desa demi kesejahteraan masyarakat. Dengan akses jalan yang memadai, diharapkan aktivitas masyarakat dan pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif serta meningkatkan kualitas hidup warga Desa Giriawas. Bahkan, beberapa fasilitas secara swadaya oleh masyarakat dibangun seperti pemasangan Penerangan Jalan Umum sederhana yang dibangun untuk akses ke TPU terutama pada saat prosesi pemakaman di Malam Hari.

Oleh karena itu, Pemerintah desa mengajak seluruh warga untuk mendukung pelaksanaan pembangunan ini agar berjalan lancar, dan hasilnya dapat dinikmati bersama sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di wilayah Desa Giriawas.

Gotong Royong dan Swadaya Masyarakat Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Desa Giriawas, Kepala Desa Turut Membantu

Minggu, 12 Oktober 2025 menjadi hari yang penuh semangat di Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Masyarakat setempat bergotong royong secara swadaya untuk membantu merenovasi rumah tidak layak huni milik Ibu Juju, warga Kampung Giriayu RT 03 RW 02. Kegiatan kemanusiaan dan sosial ini mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Desa Giriawas yang menyediakan bahan material senilai 10 juta Rupiah.

Kepala Desa Giriawas, Bapak Deni Sunjani, tidak hanya memberikan dukungan secara administratif tetapi juga turun langsung ikut terlibat di hari pertama pembongkaran rumah tersebut. Kehadiran beliau memberikan semangat dan motivasi bagi warga yang bekerja bersama-sama untuk memperbaiki rumah Ibu Juju agar menjadi tempat tinggal yang lebih layak, nyaman, dan aman.

Rumah yang sebelumnya dalam kondisi tidak layak huni tersebut menjadi fokus perhatian komunitas desa karena dinilai sangat memprihatinkan. Melalui gotong royong, warga secara bergantian membersihkan, membongkar bagian rumah yang rusak, serta mulai melakukan perbaikan dengan bahan material yang disediakan oleh Pemerintah Desa. Swadaya masyarakat juga terlihat dalam bentuk tenaga, tenaga ahli bangunan dari warga sekitar, dan donasi kecil yang terkumpul untuk mendukung kelancaran renovasi ini.

Kegiatan ini juga mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya luhur masyarakat Desa Giriawas yang selalu mengedepankan rasa kebersamaan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab moral terhadap sesama, khususnya para tetangga yang membutuhkan bantuan.

Sumber : Imam Firman (12/10/2025) Hari Pertama Pembongkaran Rumah Tidak Layak Huni di Kp. Giriayu RW. 02

Pemerintah Desa berharap aksi gotong royong ini tidak hanya memperbaiki rumah Ibu Juju tapi juga mendorong semangat membantu warga lainnya yang masih menghadapi permasalahan rumah tidak layak huni. Selain itu, kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa dalam mewujudkan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.

Kepala Desa Deni Sunjani menyampaikan, “Saya sangat bangga dengan semangat dan solidaritas masyarakat Giriawas. Gotong royong ini adalah bukti bahwa kita bisa saling menopang dan bersama membangun desa yang lebih baik. Pemerintah desa akan selalu siap membantu dengan dukungan yang maksimal sesuai kemampuan.”

 

Ke depan, Pemerintah Desa Giriawas berencana melakukan pendataan lebih luas terkait warga yang membutuhkan bantuan serupa agar program perbaikan rumah tidak layak huni dapat berjalan secara sistematis dan merata.