Tag Archive for: Sosial Kemasyarakatan

Mahasiswa UNPAD Gelar Lokakarya I KKNT 2026 di Desa Giriawas

Desa Giriawas, 16 Juli 2026 – Mahasiswa Universitas Padjadjaran yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Desa Giriawas menggelar Lokakarya I pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan berbagai program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian sekaligus mempererat kolaborasi antara mahasiswa, Pemerintah Desa Giriawas, dan masyarakat.

Program KKNT Universitas Padjadjaran di Desa Giriawas telah dimulai sejak 10 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 11 Agustus 2026. Selama lebih dari satu bulan, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi desa.

Sumber : Rakka Gilang Andhika (16/07/26)

Pada pelaksanaan KKNT tahun 2026, mahasiswa UNPAD mengusung tiga tema utama, yaitu pengentasan kemiskinan, peningkatan literasi, dan pengelolaan sampah. Ketiga tema tersebut menjadi fokus program kerja yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Desa Giriawas.

Kelompok KKNT UNPAD yang bertugas di Desa Giriawas berjumlah 19 mahasiswa, terdiri dari 6 mahasiswa laki-laki dan 13 mahasiswa perempuan dari berbagai disiplin ilmu. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, mahasiswa menempati dua lokasi posko, yaitu di Kampung Situayu RW 08 dan Kampung Sukadana RW 13.

Dalam Lokakarya I, mahasiswa memaparkan rencana program kerja kepada Pemerintah Desa Giriawas, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur yang hadir. Kegiatan ini juga menjadi forum diskusi untuk menerima masukan dan saran agar setiap program yang akan dijalankan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Desa Giriawas menyambut baik kehadiran mahasiswa KKNT UNPAD dan berharap sinergi yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui berbagai program yang telah disusun, mahasiswa diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, mulai dari aspek ekonomi, pendidikan, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Selain menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, kegiatan KKNT juga diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah kehidupan masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat melahirkan inovasi serta solusi yang berkelanjutan bagi pembangunan desa.

Dengan dimulainya rangkaian kegiatan KKNT melalui Lokakarya I ini, Pemerintah Desa Giriawas berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik serta memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Desa Giriawas.

Mahasiswa IPB Gelar Lokakarya I KKNT 2026 di Desa Giriawas

Desa Giriawas, 15 Juli 2026 – Mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Desa Giriawas menggelar Lokakarya I pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan program kerja sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal.

Program KKNT IPB di Desa Giriawas telah dimulai sejak 6 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 14 Agustus 2026. Selama lebih dari satu bulan, para mahasiswa akan tinggal dan berbaur dengan masyarakat untuk melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan sesuai dengan tema pengabdian yang telah ditetapkan.

Sumber : Rakka Gilang Andhika (15/07/26)

Pada tahun 2026 ini, KKNT IPB kembali mengusung tema besar Perhutanan Sosial, sebagai bentuk keberlanjutan program yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain fokus pada Perhutanan Sosial, mahasiswa juga menyiapkan berbagai program kerja yang menyasar berbagai kalangan masyarakat. Di antaranya adalah sosialisasi literasi digital bagi siswa SMA, penanaman pohon kopi sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan dan peningkatan komoditas perkebunan, pelatihan pembuatan produk turunan buah konyal untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal, kegiatan senam bersama, serta sejumlah program pemberdayaan masyarakat lainnya.

Kelompok KKNT IPB yang ditempatkan di Desa Giriawas berjumlah 7 mahasiswa, terdiri atas 3 mahasiswa laki-laki dan 4 mahasiswa perempuan dari berbagai program studi. Selama menjalankan kegiatan pengabdian, para mahasiswa menempati posko KKNT di Kampung Jolok RW 07, yang menjadi pusat koordinasi seluruh rangkaian kegiatan bersama masyarakat.

Dalam Lokakarya I tersebut, mahasiswa memaparkan rencana program kerja sekaligus menerima berbagai masukan dari Pemerintah Desa Giriawas, tokoh masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya. Diharapkan melalui diskusi tersebut, seluruh program yang dirancang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi desa sehingga memberikan manfaat yang optimal.

Pemerintah Desa Giriawas menyambut baik kehadiran mahasiswa KKNT IPB dan mengapresiasi komitmen mereka dalam mendukung pembangunan desa melalui berbagai program yang inovatif dan berkelanjutan. Pemerintah desa berharap kolaborasi yang terjalin selama masa KKN dapat memberikan dampak positif, baik dalam bidang pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, maupun pengembangan potensi desa.

Melalui pelaksanaan KKNT ini, diharapkan seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Giriawas. Selain menjadi sarana pengabdian bagi mahasiswa, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

 
 
 

Warga Desa Giriawas Bergotong Royong Perbaiki Jalan Kabupaten Melalui Swadaya Masyarakat

Giriawas, 8 Juli 2026 – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh masyarakat Desa Giriawas melalui kegiatan kerja bakti perbaikan ruas jalan kabupaten yang melintasi wilayah desa. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama beberapa hari yakni terhitung sejak Selasa 7 Juli 2026, dengan melibatkan masyarakat, khususnya warga RW 02 dan RW 12.

Kerja bakti dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur jalan yang selama ini menjadi akses utama warga. Ruas jalan kabupaten tersebut diketahui telah mengalami kerusakan yang cukup berat dan hingga saat ini belum mendapatkan penanganan atau perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Garut.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat bersama Pemerintah Desa Giriawas berinisiatif melakukan perbaikan sementara secara swadaya agar jalan tetap dapat digunakan dengan aman oleh pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sepenuhnya berasal dari swadaya masyarakat Desa Giriawas. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan material berupa pasir, batu, dan semen yang digunakan dalam proses penambalan jalan yang mengalami kerusakan.

Sumber : Rahmat Hidayat (08/07/26)

Sejak pagi hari, puluhan warga tampak bergotong royong mengangkut material, mencampur adukan semen, hingga melakukan penambalan pada titik-titik jalan yang berlubang dan mengalami kerusakan parah. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi pemandangan yang mewarnai kegiatan selama dua hari tersebut.

Pemerintah Desa Giriawas menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu, tenaga, maupun materi untuk mendukung terlaksananya kerja bakti ini. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Pemerintah desa juga berharap kepedulian seperti ini dapat terus terjaga dan meluas ke seluruh wilayah Desa Giriawas. Dukungan swadaya masyarakat dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan infrastruktur yang membutuhkan penanganan segera, terutama ketika perbaikan dari pemerintah belum dapat direalisasikan.

Di sisi lain, pemerintah desa menjelaskan bahwa saat ini ruang fiskal pemerintah desa juga mengalami keterbatasan. Kebijakan pemerintah pusat mengarahkan sebagian penggunaan Dana Desa untuk mendukung pembentukan dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, sehingga kemampuan desa dalam mengalokasikan anggaran bagi pembangunan infrastruktur menjadi lebih terbatas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, untuk perbaikan jalan Kabupaten sesuai aturan memang menjadi tanggung jawab Pemda setempat sehingga tidak bisa dianggarkan dari Dana Desa.

Meski demikian, Pemerintah Desa Giriawas tetap berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Garut agar ruas jalan kabupaten yang melintasi Desa Giriawas dapat segera masuk dalam prioritas pembangunan yang setiap tahunnya memang selalu diajukan oleh Pemerintah Desa Giriawas melalui aplikasi SIPD baik ke Kabupaten maupun ke Provinsi. Perbaikan secara menyeluruh dinilai sangat diperlukan mengingat jalan tersebut merupakan jalur vital yang mendukung aktivitas masyarakat, perekonomian, pendidikan, dan pelayanan publik.

Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan ini, masyarakat Desa Giriawas berharap kondisi infrastruktur desa dapat tetap terjaga sambil menantikan realisasi perbaikan permanen dari pemerintah daerah. Kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa kepedulian dan partisipasi masyarakat merupakan modal utama dalam membangun desa yang lebih baik.

Distribusi Bantuan Beras dan Minyak di Desa Giriawas Selesai Dilaksanakan

Pemerintah Desa Giriawas telah menyelesaikan kegiatan distribusi bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat. Kegiatan penyaluran berlangsung selama lima hari, mulai Senin, 8 Juni 2026 hingga Jumat, 12 Juni 2026, dan berjalan dengan tertib, lancar, serta tepat sasaran.

Program bantuan ini merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat yang ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Di Desa Giriawas, jumlah penerima manfaat yang tercatat sebanyak 1.147 orang.

Pemerintah Desa Giriawas menjelaskan bahwa data penerima manfaat tidak berasal dari usulan pemerintah desa, melainkan diperoleh langsung dari pemerintah (Kementerian Sosial) dalam bentuk daftar nominatif yang telah ditetapkan. Setiap data penerima dilengkapi dengan QR Code sebagai bagian dari sistem verifikasi dan validasi penerima bantuan guna memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan.

Sumber : Ahmad Zaenudin (10/06/26)

Dalam program ini, setiap penerima manfaat memperoleh bantuan berupa dua karung beras dengan berat masing-masing 10 kilogram, sehingga total beras yang diterima setiap orang sebanyak 20 kilogram. Selain itu, penerima juga mendapatkan dua pouch minyak goreng dengan isi masing-masing 2 liter, atau total 4 liter minyak goreng per penerima.

Selama pelaksanaan distribusi, masyarakat diwajibkan membawa identitas diri berupa KTP dan KK serta mengikuti proses verifikasi sesuai data yang tercantum dalam daftar nominatif. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh pihak yang berhak dan meminimalkan potensi kesalahan dalam penyaluran.

Pemerintah Desa Giriawas mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari petugas penyalur, perangkat desa, hingga masyarakat penerima manfaat yang telah mengikuti proses distribusi dengan tertib. Dengan selesainya penyaluran bantuan ini, diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan distribusi yang berlangsung selama lima hari tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan bantuan sosial dapat tersalurkan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.

 
 

UPT Puskesmas Kecamatan Cikajang Menggelar Kegiatan Geber Poci di Desa Giriawas

UPT Puskesmas Kecamatan Cikajang bekerja sama dengan Pemerintah Desa Desa Giriawas menyelenggarakan kegiatan Gerakan Bersama Program Terintegrasi (Geber Poci) pada hari Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas dan Aula Desa Giriawas.

Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Program ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai layanan kesehatan terpadu yang dapat diakses secara gratis oleh warga.

Sumber : Rahmat Hidayat (26/05/26)

Dalam kegiatan Geber Poci ini, masyarakat mendapatkan pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan berbagai jenis layanan, di antaranya kelas ibu, kelas balita, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan laboratorium, pelayanan KB, serta layanan kesehatan lainnya yang disediakan oleh tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Kecamatan.

Sejak pagi hari, masyarakat tampak sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Warga dari berbagai wilayah di Desa Giriawas berdatangan untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Tingginya partisipasi masyarakat menyebabkan antrean pelayanan cukup panjang, namun kegiatan tetap berjalan tertib dan lancar berkat kerja sama petugas kesehatan, kader, dan perangkat desa.

Pemerintah Desa Giriawas menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan pihak UPT Puskesmas Kecamatan atas terselenggaranya kegiatan Geber Poci ini. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan serta memperkuat pelayanan kesehatan di lingkungan desa.

Yayasan Hikayat Menginspirasi Santunan Anak Yatim dan Lansia

GIRIAWAS – Suasana religius dan penuh kehangatan menyelimuti DKM Darul Falah, Desa Giriawas, pada Sabtu malam (17/1/2025), saat Yayasan Hikayat menggelar kegiatan santunan anak yatim dan lansia yang dirangkai dengan peringatan Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus DKM, unsur pemerintah desa, serta warga sekitar yang antusias mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga akhir. Selain menjadi momentum memperingati perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, acara ini juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim dan para lanjut usia di lingkungan Desa Giriawas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Diba yang dilanjutkan dengan Mahlul Qiyam, diiringi lantunan shalawat yang menggema khidmat di dalam masjid. Setelah itu, Yayasan Hikayat menyerahkan santunan kepada anak yatim dan lansia, yang disambut haru oleh para penerima manfaat dan keluarga mereka. Ketua DKM Darul Falah, Aceng Kohar Musaddad, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Yayasan Hikayat atas konsistensinya dalam menjalankan kegiatan sosial berbasis keumatan. Ia menilai santunan ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga penguat ikatan emosional dan solidaritas antarwarga. Kegiatan ini sangat berarti, bukan hanya bagi anak-anak yatim dan para lansia, tetapi juga bagi kita semua sebagai pengingat pentingnya berbagi dan saling peduli, ujar Aceng Kohar Musaddad.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Desa Giriawas, Deni Sunjani, yang menyatakan dukungan penuh terhadap program Yayasan Hikayat. Ia menilai, kegiatan ini patut menjadi contoh bagi komunitas dan lembaga lain dalam mengembangkan gerakan sosial yang berkelanjutan. “Yang membuat kegiatan ini istimewa, modal santunan berasal dari hasil pengelolaan bank sampah di lingkungan serta dukungan para donatur. Ini menunjukkan bahwa dari hal sederhana seperti sampah pun bisa lahir kebaikan besar,” kata Deni Sunjani.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tabligh akbar yang disampaikan oleh KH. P. Arifin, S.IP., MA, selaku Ketua MUI Desa Giriawas. Dalam tausiyahnya, beliau menguraikan makna Isra Mi’raj sebagai momentum peningkatan kualitas iman dan kepedulian sosial. “Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa spiritual, tetapi juga mengajarkan kita tentang tanggung jawab sosial. Salah satunya dengan menyantuni anak yatim dan memperhatikan kaum dhuafa,” tutur KH. P. Arifin. Beliau juga mengapresiasi Yayasan Hikayat yang telah mengemas peringatan hari besar Islam dengan kegiatan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sebagai penutup, acara dipungkas dengan pembacaan doa bersama, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh jamaah serta para donatur. Setelah itu, seluruh peserta kegiatan menikmati makan bersama, menambah suasana kekeluargaan dan kebersamaan.

Menariknya, kegiatan santunan oleh Yayasan Hikayat ini tidak bersifat insidental. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali dan digelar secara bergilir di setiap DKM yang ada di wilayah Desa Giriawas. Sumber dana utama berasal dari pengelolaan bank sampah warga serta donasi dari masyarakat yang peduli.

Model pengelolaan ini menginspirasi banyak pihak, karena memadukan kepedulian lingkungan dengan gerakan sosial keagamaan. Dari sampah yang dipilah dan dikelola, lahir dana yang bermanfaat untuk menyantuni anak yatim dan lansia. Dengan kegiatan ini, Yayasan Hikayat tidak hanya menguatkan nilai-nilai keislaman, tetapi juga menanamkan semangat gotong royong dan kemandirian sosial di tengah masyarakat Desa Giriawas.

Santunan Anak Yatim Sumber : Dani Sawaludin (17/1/2026)

Bhakti Desa Permata Intan Garut Resmi Dibuka di Giriawas

GIRIAWAS – Kegiatan Pembukaan Bhakti Desa Perhimpunan Mahasiswa Kota Intan Garut (Permata Intan Garut) resmi digelar di Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Selasa (12/1/2025). Acara ini menjadi awal dari rangkaian pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang akan berlangsung selama dua pekan, mulai 12 hingga 26 Januari 2026. Kegiatan pembukaan tersebut dihadiri oleh jajaran lembaga desa, para Ketua RT dan RW se-Desa Giriawas, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah kecamatan. Tahun ini, Bhakti Desa mengusung tema “Ngajadikeun Permata Intan Nu Sajati Ngabdi Ka Lemah Cai, Sangkan Garut Madani”, yang menekankan semangat pengabdian mahasiswa kepada tanah kelahiran demi terwujudnya Garut yang madani.

Acara diawali dengan sambutan dan maksud kedatangan yang disampaikan oleh Suni Subagja, selaku Ketua Umum Permata Intan Garut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Bhakti Desa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membantu pembangunan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Kami datang bukan hanya untuk belajar dari masyarakat, tetapi juga untuk bekerja bersama masyarakat. Semoga kehadiran kami selama dua pekan ke depan bisa memberi manfaat dan mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga Giriawas, kutipan sambutan.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Giriawas yang menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Ia mengapresiasi inisiatif Permata Intan Garut yang secara konsisten melaksanakan kegiatan Bhakti Desa sebagai wujud kepedulian generasi muda terhadap pembangunan desa. Sambutan berikutnya datang dari Camat Cikajang, yang berharap agar seluruh program yang dirancang dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga selama kegiatan berlangsung.

Momen penting dalam pembukaan kegiatan ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis dari Reza Apriyandi, selaku Ketua Organizing Committee (OC) Permata Intan Garut, kepada Kepala Desa Giriawas. Penyerahan tersebut sekaligus menjadi simbol dimulainya secara resmi rangkaian Bhakti Desa di Giriawas. Setelah itu, panitia memaparkan rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Sebanyak 56 mahasiswa akan terlibat langsung dalam pelaksanaan 13 program utama, yang mencakup berbagai bidang antara lain: Pelayanan Administrasi Kependudukan bersama Disduk Capil, Pengembangan Potensi UMKM Lokal, Fun Match Volly Ball, Cek Kesehatan Gratis dan Penyaluran Alat Pengusir Lalat, Seminar Pendidikan, Penyaluran Al-Qur’an, Perlombaan Tingkat SD dan Perpisahan Sekolah, Donasi Buku Ranah SMP, Penanaman Pohon, Penyaluran Gerobak Sampah, dan Kegiatan Pamungkas Penutupan. Seluruh program tersebut dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga penguatan ekonomi warga.

Selama kegiatan berlangsung, posko utama mahasiswa berada di Kampung Giriayu RT 02 RW 02, Desa Giriawas. Posko ini akan menjadi pusat koordinasi seluruh aktivitas Bhakti Desa, dan akan berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat baik para pemuda, karang taruna, lembaga desa, tokoh agama dan masyarakat, serta intansi terkait yang ada di wilayah Desa Giriawas.

Dengan dibukanya kegiatan Bhakti Desa Permata Intan Garut ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang kuat antara mahasiswa dan masyarakat Desa Giriawas, serta tercipta dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan desa.

Suasana Haru Warnai Syukuran Masjid Baru DKM Miftahul Hikmah

GIRIAWAS, CIKAJANG – Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Pengajian Majlis Ta’lim Tingkat Desa Giriawas yang dirangkaikan dengan Tasyakur Bi’nimah atas Rampungnya Pembangunan Masjid Baru, bertempat di Kampung Sukadana RW 13, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Minggu (4/1/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Giriawas dalam mensyukuri hadirnya masjid baru sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat. Acara dihadiri oleh para Ketua DKM se-Desa Giriawas beserta jamaahnya, unsur RT dan RW, Ketua Pemuda, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan istigasah yang dipimpin oleh sesepuh Desa Giriawas, Aki Empid SR, yang mengajak seluruh jamaah untuk bermunajat dan memohon keberkahan atas masjid yang telah dibangun, agar menjadi sumber kebaikan dan kemaslahatan bagi umat. Setelah itu, lantunan ayat suci Al-Qur’an melalui tilawatil Qur’an oleh Ust. Ayi menambah kekhusyukan suasana.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Desa Giriawas, KH. P. Arifin, S.IP., MA, menekankan bahwa masjid harus difungsikan tidak hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan penguatan akhlak masyarakat. “Masjid harus menjadi ruang yang hidup, tempat umat belajar, berdiskusi, dan mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya di hadapan jamaah.

Sementara itu, Kepala Desa Giriawas, Deni Sunjani, menyampaikan apresiasi kepada DKM Miftahul Hikmah, panitia, dan seluruh warga yang telah bergotong royong dalam pembangunan masjid serta penyelenggaraan kegiatan pengajian ini. Ia menilai, kolaborasi antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah desa menjadi kunci suksesnya kegiatan keagamaan di tingkat desa.

“Kami berharap masjid ini bukan hanya berdiri secara fisik, tetapi juga hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan yang mampu membentuk karakter religius masyarakat Giriawas,” kata Deni Sunjani.

Acara puncak diisi dengan tabligh akbar oleh Ust. Sasa Salahudin Al Banani. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk memperkuat rasa syukur atas nikmat Allah SWT, khususnya nikmat memiliki masjid yang layak dan nyaman, serta menumbuhkan semangat memakmurkan masjid melalui shalat berjamaah, majlis ta’lim, dan kegiatan sosial keumatan. 

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Dukungan dari berbagai pihak turut menyukseskan acara, di antaranya fasilitasi perlengkapan tenda dan sound system yang disediakan oleh BUMDes Mitra Warga Desa Giriawas.

Dengan terselenggaranya pengajian dan tasyakur bi’nimah ini, masyarakat berharap masjid baru DKM Miftahul Hikmah dapat menjadi pusat peradaban kecil di Kampung Sukadana RW 13, sekaligus mempererat silaturahmi dan semangat kebersamaan antarwarga Desa Giriawas.

 

Musyawarah Penetapan APBDes Giriawas 2026

Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, menggelar musyawarah penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 pada Rabu, 31 Desember 2025, pukul 13.15 WIB di Gedung Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas. Acara ini dihadiri perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga, menjadi momen krusial menutup tahun fiskal 2025 dengan penyesuaian anggaran akibat kebijakan nasional baru.

Acara dibuka dengan sambutan Camat Cikajang, Riyana Taspirin, S.Sos., yang sekaligus mensosialisasikan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Nomor 16 Tahun 2025 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Sosialisasi ini menyoroti penurunan pagu Dana Desa Giriawas hingga sekitar 70%, dari Rp1.203.829.000 menjadi Rp373.456.000. Camat menekankan bahwa penurunan ini bagian dari refocusing anggaran nasional untuk prioritas strategis.

Kebijakan mendasar yang disosialisasikan mencakup kewajiban alokasi minimal untuk BLT-DD, KDMP, dan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan usaha tani serta sanitasi berbasis masyarakat. Permendes ini mewajibkan desa mengoptimalkan sumber PADes alternatif untuk menutup defisit, sambil memastikan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan.

Setelah sambutan camat, Kepala Desa Giriawas mempresentasikan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026 yang telah disesuaikan dengan pagu indikatif dan untuk menyesuaikan dengan pagu definitif akan dilaksanakan kembali Musyawarah Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. Prioritas utama difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga miskin, pengembangan ekonomi desa, dan pemeliharaan aset seperti jalan lingkungan dan jalan desa yang menjadi poros aktivitas warga. Musyawarah berlangsung dua jam dengan diskusi sengit antarpeserta.

Warga menyuarakan kekhawatiran atas penurunan drastis, tetapi sepakat memprioritaskan program berkelanjutan. BPD memberikan masukan teknis terkait pengkodean anggaran sesuai format standar Kementerian Keuangan, memastikan APBDes taat aturan.

Rahmat Hidayat (31/12/2025)

Hasil Penetapan APBDes dan Komitmen Bersama

Musyawarah menghasilkan persetujuan APBDes 2026 dengan pagu pendapatan Rp373.456.000, di mana dialokasikan untuk BLT-DD bagi KK miskin,  serta sisanya untuk infrastruktur dan pelayanan publik. Dokumen APBDes disahkan melalui voting bulat, ditandatangani kepala desa, ketua BPD, dan perwakilan masyarakat.

Camat Riyana Taspirin menutup acara dengan apresiasi atas kematangan musyawarah desa, menjanjikan pendampingan teknis dari kecamatan untuk optimalisasi dana terbatas. Warga Giriawas berkomitmen menjaga transparansi melalui musrenbang semesteran dan laporan publik.

Dampak dan Harapan Menuju 2026

Penetapan APBDes ini menjadi pelajaran berharga bagi Giriawas dalam menghadapi era Dana Desa yang lebih efisien, mendorong inovasi seperti koperasi desa digital dan pariwisata berbasis budaya lokal. Dengan pagu baru, desa tetap optimis mempertahankan prestasi 2025, termasuk sport center yang kini jadi kebanggaan warga. Musyawarah ini memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat, siap menghadapi tantangan tahun anggaran mendatang.

Majlis Ta’lim sebagai Media Silaturahmi dan Penguatan Komunikasi Warga

Pada tanggal 30 November 2025, Desa Giriawas menggelar pengajian Majlis Ta’lim tingkat desa yang diselenggarakan di Masjid DKM Darul Falah, Kampung Babakan Jolok RW. 09. Kegiatan ini berlangsung dengan meriah dan penuh semangat, menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan komunikasi antarwarga desa.

Acara pengajian dihadiri oleh seluruh warga Desa Giriawas, termasuk para tokoh masyarakat, jajaran lembaga desa, dan tamu kehormatan dari luar desa. Salah satunya yaitu Komisi II anggota DPRD Kabupaten Garut, Bapak Dindin Mauludin, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan dan kebersamaan warga tersebut.

Pengajian dimulai tepat pukul 08.00 pagi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ayi Yuana, S.Pd., yang mengawali acara dengan penuh khidmat dan khusyuk. Pembacaan ayat suci ini mengantarkan suasana menjadi tenang, menguatkan pondasi spiritual dalam acara Majlis Ta’lim.

Selanjutnya, sambutan dari panitia pelaksana disampaikan secara hangat, yang mengapresiasi antusiasme warga dalam mengikuti pengajian meskipun masi terdapat banyak kekurangan dalam penerimaan baik dari sisi sarana maupun prasarana. Kemudian bapak Deni Sunjani Kepala desa Giriawas memberikan sambutan yang berisi dorongan agar pengajian rutin ini tetap terpelihara serta menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang keagamaan tetapi juga wadah komunikasi sosial antar warga.

Puncak dari acara adalah tabligh akbar yang dibawakan oleh Ustadz Endang Al Ansori. Dengan gaya penyampaian yang menarik dan penuh inspirasi, Ustadz Endang menyampaikan materi pengajian yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi, meningkatkan keimanan, serta mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Para warga desa menyimak dengan penuh perhatian, terbukti dari interaksi hangat dan tanya jawab setelah ceramah selesai.

Kegiatan pengajian ini berlangsung lancar tanpa kendala berarti, didukung pula oleh cuaca yang cerah dan bersahabat sepanjang hari. Suasana kebersamaan terlihat jelas di antara para peserta, yang selain mengikuti pengajian juga saling bertukar kabar dan mendiskusikan berbagai hal terkait pembangunan desa.

Dengan terselenggaranya pengajian Majlis Ta’lim tingkat desa Giriawas ini, diharapkan semakin memperkuat rasa solidaritas dan keharmonisan warga serta menjadi pijakan untuk kegiatan keagamaan dan sosial yang lebih berkelanjutan di masa depan. Desa Giriawas membuktikan bahwa melalui pengajian tidak hanya keimanan yang dipupuk, tetapi juga ikatan sosial yang erat antar warga.