Desa Giriawas Kirim Kontingen PORSADIN Tingkat Kecamatan Cikajang

Cikajang, 26 Juli 2026 – Desa Giriawas turut berpartisipasi dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) tingkat Kecamatan Cikajang yang dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026. Kegiatan ini berlangsung dari pagi sampai sore hari. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para santri tingkat diniyah untuk mengembangkan potensi, baik dalam bidang olahraga maupun seni, sekaligus mempererat silaturahmi antarsantri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pembukaan yang berlangsung di Alun-Alun Kecamatan Cikajang. Acara pembukaan diikuti oleh para kontingen dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Cikajang, termasuk kontingen dari Desa Giriawas.

Setelah acara pembukaan, berbagai perlombaan dilaksanakan di Aula Desa Cikajang. Para santri dari masing-masing desa berkesempatan menunjukkan kemampuan dan bakat yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kehadiran kontingen Desa Giriawas menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda, khususnya para santri yang menempuh pendidikan di lingkungan diniyah.

PORSADIN merupakan kegiatan yang diperuntukkan bagi santri tingkat diniyah sebagai sarana untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan olahraga dan seni. Selain mengejar prestasi, kegiatan ini juga memiliki nilai penting dalam membangun kebersamaan, sportivitas, serta memperluas silaturahmi antarsantri dan lembaga pendidikan diniyah di wilayah Kecamatan Cikajang.

Melalui kegiatan olahraga, para santri juga diajak untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Semangat mens sana in corpore sano—jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat—diharapkan dapat tumbuh sejak dini sehingga para santri tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki tubuh yang sehat dan karakter yang positif.

Pemerintah Desa Giriawas memberikan dukungan terhadap keikutsertaan kontingen desa dalam kegiatan tersebut. Partisipasi ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi para santri sekaligus mendorong mereka untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki.

Dengan adanya PORSADIN tingkat Kecamatan Cikajang, diharapkan hubungan silaturahmi antar-santri, guru diniyah, dan masyarakat semakin erat. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun generasi santri yang sehat, sportif, berprestasi, dan memiliki semangat kebersamaan.

PCR Mission IFAD & IsDB Laksanakan Monitoring Program UPLAND 2026 di Desa Sukawargi dan Desa Giriawas

Giriawas, 18 Juli 2026 – Kegiatan PCR Mission IFAD & IsDB dalam rangka evaluasi Program UPLAND Tahun 2026 telah sukses dilaksanakan di dua desa berprestasi di Kecamatan Cikajang, yaitu Desa Sukawargi pada 17 Juli 2026 dan Desa Giriawas pada 18 Juli 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program UPLAND, khususnya pada pengembangan komoditas kentang sebagai salah satu komoditas unggulan di wilayah dataran tinggi Kabupaten Garut.

Pemilihan Desa Sukawargi dan Desa Giriawas sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan menunjukkan keberhasilan kedua desa dalam mengimplementasikan berbagai program pengembangan pertanian yang didukung melalui Program UPLAND. Kehadiran tim PCR Mission menjadi momentum untuk melihat secara langsung capaian program sekaligus berdiskusi mengenai pengembangan sektor pertanian di masa mendatang.

Kegiatan monitoring dan evaluasi difokuskan pada pelaksanaan program pengembangan komoditas kentang, mulai dari penerapan teknologi budidaya, pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian, hingga dampak program terhadap peningkatan hasil produksi dan kesejahteraan petani. Tim juga melakukan dialog dengan para petani, kelompok tani, serta pemerintah desa guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan program di lapangan.

Sumber : Rakka Gilang Andhika (18/07/26)

Selain melakukan evaluasi terhadap capaian yang telah diraih, kunjungan PCR Mission juga bertujuan membahas keberlanjutan Program UPLAND agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani kentang. Berbagai masukan dari petani dan pemangku kepentingan menjadi bahan penting dalam penyusunan rekomendasi untuk pengembangan program pada masa yang akan datang.

Program UPLAND sendiri merupakan program pengembangan pertanian terpadu di kawasan dataran tinggi yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, pendapatan, dan kesejahteraan petani melalui pendekatan pembangunan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Melalui Program UPLAND, berbagai bentuk dukungan diberikan kepada masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), peningkatan kapasitas petani, hingga penguatan akses pasar agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan mampu bersaing secara berkelanjutan.

Pemerintah Desa Giriawas menyambut baik pelaksanaan PCR Mission tersebut dan berharap hasil evaluasi dapat semakin memperkuat keberlanjutan Program UPLAND di wilayahnya. Dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, lembaga pendanaan internasional, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan mampu mendorong kemajuan sektor pertanian, khususnya komoditas kentang yang menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan Program UPLAND terus memberikan dampak positif bagi peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat kelembagaan petani, serta menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan dataran tinggi, khususnya di Desa Sukawargi dan Desa Giriawas.

Mahasiswa UNPAD Gelar Lokakarya I KKNT 2026 di Desa Giriawas

Desa Giriawas, 16 Juli 2026 – Mahasiswa Universitas Padjadjaran yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Desa Giriawas menggelar Lokakarya I pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan berbagai program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian sekaligus mempererat kolaborasi antara mahasiswa, Pemerintah Desa Giriawas, dan masyarakat.

Program KKNT Universitas Padjadjaran di Desa Giriawas telah dimulai sejak 10 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 11 Agustus 2026. Selama lebih dari satu bulan, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi desa.

Sumber : Rakka Gilang Andhika (16/07/26)

Pada pelaksanaan KKNT tahun 2026, mahasiswa UNPAD mengusung tiga tema utama, yaitu pengentasan kemiskinan, peningkatan literasi, dan pengelolaan sampah. Ketiga tema tersebut menjadi fokus program kerja yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Desa Giriawas.

Kelompok KKNT UNPAD yang bertugas di Desa Giriawas berjumlah 19 mahasiswa, terdiri dari 6 mahasiswa laki-laki dan 13 mahasiswa perempuan dari berbagai disiplin ilmu. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, mahasiswa menempati dua lokasi posko, yaitu di Kampung Situayu RW 08 dan Kampung Sukadana RW 13.

Dalam Lokakarya I, mahasiswa memaparkan rencana program kerja kepada Pemerintah Desa Giriawas, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur yang hadir. Kegiatan ini juga menjadi forum diskusi untuk menerima masukan dan saran agar setiap program yang akan dijalankan benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Desa Giriawas menyambut baik kehadiran mahasiswa KKNT UNPAD dan berharap sinergi yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui berbagai program yang telah disusun, mahasiswa diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, mulai dari aspek ekonomi, pendidikan, hingga kepedulian terhadap lingkungan.

Selain menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, kegiatan KKNT juga diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah kehidupan masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat melahirkan inovasi serta solusi yang berkelanjutan bagi pembangunan desa.

Dengan dimulainya rangkaian kegiatan KKNT melalui Lokakarya I ini, Pemerintah Desa Giriawas berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik serta memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Desa Giriawas.

Mahasiswa IPB Gelar Lokakarya I KKNT 2026 di Desa Giriawas

Desa Giriawas, 15 Juli 2026 – Mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Desa Giriawas menggelar Lokakarya I pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan program kerja sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal.

Program KKNT IPB di Desa Giriawas telah dimulai sejak 6 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 14 Agustus 2026. Selama lebih dari satu bulan, para mahasiswa akan tinggal dan berbaur dengan masyarakat untuk melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan sesuai dengan tema pengabdian yang telah ditetapkan.

Sumber : Rakka Gilang Andhika (15/07/26)

Pada tahun 2026 ini, KKNT IPB kembali mengusung tema besar Perhutanan Sosial, sebagai bentuk keberlanjutan program yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain fokus pada Perhutanan Sosial, mahasiswa juga menyiapkan berbagai program kerja yang menyasar berbagai kalangan masyarakat. Di antaranya adalah sosialisasi literasi digital bagi siswa SMA, penanaman pohon kopi sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan dan peningkatan komoditas perkebunan, pelatihan pembuatan produk turunan buah konyal untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal, kegiatan senam bersama, serta sejumlah program pemberdayaan masyarakat lainnya.

Kelompok KKNT IPB yang ditempatkan di Desa Giriawas berjumlah 7 mahasiswa, terdiri atas 3 mahasiswa laki-laki dan 4 mahasiswa perempuan dari berbagai program studi. Selama menjalankan kegiatan pengabdian, para mahasiswa menempati posko KKNT di Kampung Jolok RW 07, yang menjadi pusat koordinasi seluruh rangkaian kegiatan bersama masyarakat.

Dalam Lokakarya I tersebut, mahasiswa memaparkan rencana program kerja sekaligus menerima berbagai masukan dari Pemerintah Desa Giriawas, tokoh masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya. Diharapkan melalui diskusi tersebut, seluruh program yang dirancang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi desa sehingga memberikan manfaat yang optimal.

Pemerintah Desa Giriawas menyambut baik kehadiran mahasiswa KKNT IPB dan mengapresiasi komitmen mereka dalam mendukung pembangunan desa melalui berbagai program yang inovatif dan berkelanjutan. Pemerintah desa berharap kolaborasi yang terjalin selama masa KKN dapat memberikan dampak positif, baik dalam bidang pendidikan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, maupun pengembangan potensi desa.

Melalui pelaksanaan KKNT ini, diharapkan seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Giriawas. Selain menjadi sarana pengabdian bagi mahasiswa, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

 
 
 

Warga Desa Giriawas Bergotong Royong Perbaiki Jalan Kabupaten Melalui Swadaya Masyarakat

Giriawas, 8 Juli 2026 – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh masyarakat Desa Giriawas melalui kegiatan kerja bakti perbaikan ruas jalan kabupaten yang melintasi wilayah desa. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama beberapa hari yakni terhitung sejak Selasa 7 Juli 2026, dengan melibatkan masyarakat, khususnya warga RW 02 dan RW 12.

Kerja bakti dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur jalan yang selama ini menjadi akses utama warga. Ruas jalan kabupaten tersebut diketahui telah mengalami kerusakan yang cukup berat dan hingga saat ini belum mendapatkan penanganan atau perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Garut.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat bersama Pemerintah Desa Giriawas berinisiatif melakukan perbaikan sementara secara swadaya agar jalan tetap dapat digunakan dengan aman oleh pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dana yang digunakan dalam kegiatan ini sepenuhnya berasal dari swadaya masyarakat Desa Giriawas. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan material berupa pasir, batu, dan semen yang digunakan dalam proses penambalan jalan yang mengalami kerusakan.

Sumber : Rahmat Hidayat (08/07/26)

Sejak pagi hari, puluhan warga tampak bergotong royong mengangkut material, mencampur adukan semen, hingga melakukan penambalan pada titik-titik jalan yang berlubang dan mengalami kerusakan parah. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi pemandangan yang mewarnai kegiatan selama dua hari tersebut.

Pemerintah Desa Giriawas menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu, tenaga, maupun materi untuk mendukung terlaksananya kerja bakti ini. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Pemerintah desa juga berharap kepedulian seperti ini dapat terus terjaga dan meluas ke seluruh wilayah Desa Giriawas. Dukungan swadaya masyarakat dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan infrastruktur yang membutuhkan penanganan segera, terutama ketika perbaikan dari pemerintah belum dapat direalisasikan.

Di sisi lain, pemerintah desa menjelaskan bahwa saat ini ruang fiskal pemerintah desa juga mengalami keterbatasan. Kebijakan pemerintah pusat mengarahkan sebagian penggunaan Dana Desa untuk mendukung pembentukan dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, sehingga kemampuan desa dalam mengalokasikan anggaran bagi pembangunan infrastruktur menjadi lebih terbatas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, untuk perbaikan jalan Kabupaten sesuai aturan memang menjadi tanggung jawab Pemda setempat sehingga tidak bisa dianggarkan dari Dana Desa.

Meski demikian, Pemerintah Desa Giriawas tetap berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Garut agar ruas jalan kabupaten yang melintasi Desa Giriawas dapat segera masuk dalam prioritas pembangunan yang setiap tahunnya memang selalu diajukan oleh Pemerintah Desa Giriawas melalui aplikasi SIPD baik ke Kabupaten maupun ke Provinsi. Perbaikan secara menyeluruh dinilai sangat diperlukan mengingat jalan tersebut merupakan jalur vital yang mendukung aktivitas masyarakat, perekonomian, pendidikan, dan pelayanan publik.

Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan ini, masyarakat Desa Giriawas berharap kondisi infrastruktur desa dapat tetap terjaga sambil menantikan realisasi perbaikan permanen dari pemerintah daerah. Kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa kepedulian dan partisipasi masyarakat merupakan modal utama dalam membangun desa yang lebih baik.

Semarak Hari Bhayangkara 2026, Desa Giriawas Jadi Tuan Rumah Pembukaan “Giriawas Cup” Tingkat Kabupaten Garut

Giriawas, 1 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara, Polsek Cikajang bekerja sama dengan Pemerintah Desa Giriawas menggelar serangkaian kegiatan yang berlangsung meriah pada Rabu, 1 Juli 2026. Acara yang dipusatkan di Desa Giriawas ini berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB dan dihadiri oleh unsur Forkopimcam, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti oleh masyarakat, anggota kepolisian, perangkat desa, dan berbagai unsur pemerintahan. Suasana kebersamaan semakin terasa dengan penampilan band lokal yang menghibur para peserta dan menambah kemeriahan peringatan Hari Bhayangkara tahun ini.

Sebagai bentuk rasa syukur atas peringatan Hari Bhayangkara, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang menjadi simbol kebersamaan, sinergitas, dan harapan agar hubungan antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat semakin erat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Cikajang.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan technical meeting sebagai persiapan pelaksanaan kompetisi bola voli “Bhayangkara Cup” dan “Giriawas Cup”, yang akan mulai digelar pada Sabtu, 4 Juli 2026. Technical meeting diikuti oleh perwakilan tim peserta untuk membahas peraturan pertandingan, jadwal, dan mekanisme pelaksanaan turnamen.

Sumber : Rahmat Hidayat (06/07/26)

Puncak kemeriahan acara diisi dengan dua pertandingan bola voli hiburan yang berhasil menyedot perhatian masyarakat. Pertandingan pertama mempertemukan tim Forkopimcam Kecamatan Cikajang melawan tim Kepala Desa se-Kecamatan Cikajang. Suasana penuh keakraban dan sportivitas mewarnai jalannya pertandingan yang mendapat sorakan meriah dari para penonton.

Pertandingan hiburan berikutnya mempertemukan Cikajang All Star melawan Sukawargi All Star. Laga eksibisi ini semakin istimewa dengan hadirnya bintang tamu pemain voli tarkam Garut yang telah dikenal luas oleh para pecinta bola voli, Yudi Kendil. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri dan berhasil menghibur masyarakat yang memadati arena pertandingan.

Kegiatan Hari Bhayangkara ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian Bhayangkara Cup dan Giriawas Cup, sebuah kompetisi bola voli tingkat Kabupaten Garut yang akan mulai bergulir pada Sabtu, 4 Juli 2026. Turnamen ini akan mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai daerah di Kabupaten Garut dalam tiga kategori pertandingan, yaitu U-40, Laki-laki U-19, dan Perempuan U-19.

Pemerintah Desa Giriawas menyampaikan apresiasi kepada Polsek Cikajang, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang peringatan Hari Bhayangkara, acara ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah, dan masyarakat melalui kegiatan olahraga dan hiburan yang positif.

Melalui penyelenggaraan Bhayangkara Cup dan Giriawas Cup, diharapkan lahir atlet-atlet bola voli berbakat yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan semangat sportivitas, persaudaraan, dan kecintaan masyarakat terhadap olahraga. Pemerintah Desa Giriawas juga berharap turnamen ini dapat menjadi agenda olahraga tahunan yang mampu mengangkat potensi desa serta mempererat hubungan antarwilayah di Kabupaten Garut.

Penyerahan Sertifikat PTSL Tahap Pertama di Desa Giriawas Disambut Antusias Masyarakat

Desa Giriawas, 25 Juni 2026 – Penyerahan sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada masyarakat Desa Giriawas berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan penyerahan sertifikat periode pertama yang dilaksanakan oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada masyarakat yang telah mengikuti program PTSL.

Pada tahap pertama ini, jumlah sertifikat yang diserahkan sebanyak 113 bidang tanah dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 109 orang. Penyerahan sertifikat berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang telah lama menantikan terbitnya dokumen kepemilikan tanah tersebut.

Sumber : Rahmat Hidayat (25/06/26)

Momen ini menjadi kabar gembira bagi warga Desa Giriawas mengingat proses pelaksanaan program PTSL telah berlangsung sejak akhir tahun 2024. Mulai dari tahap pendataan, pengukuran lahan, pemberkasan, hingga proses verifikasi dan penerbitan sertifikat memerlukan waktu yang cukup panjang sebelum akhirnya dapat diserahkan kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, panitia dan petugas memberikan ketentuan bahwa sertifikat hanya dapat diambil langsung oleh pemilik bidang tanah yang bersangkutan. Apabila pengambilan diwakilkan kepada pihak lain, maka wajib melampirkan surat kuasa yang telah dibubuhi materai sebagai bentuk legalitas dan jaminan keamanan dokumen.

Pemerintah Desa Giriawas menyampaikan apresiasi kepada pihak BPN serta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan program PTSL. Program ini dinilai sangat membantu masyarakat dalam memperoleh kepastian hukum atas kepemilikan tanah yang dimiliki.

Dengan diterimanya sertifikat tanah tersebut, masyarakat kini memiliki dokumen kepemilikan yang sah dan diakui secara hukum. Selain memberikan kepastian hukum, sertifikat tanah juga diharapkan dapat meningkatkan nilai aset masyarakat serta meminimalisir potensi sengketa pertanahan di kemudian hari.

Pemerintah Desa Giriawas berharap proses penyerahan sertifikat PTSL pada periode-periode berikutnya dapat berjalan lancar sehingga seluruh masyarakat yang telah mengikuti program ini dapat segera menerima sertifikat tanahnya masing-masing. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan tertib administrasi pertanahan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kepastian hak atas tanah.

Realisasi ADD Tahap II Desa Giriawas Tuntas, RT dan RW Baru Terima Insentif Perdana

Desa Giriawas, 19 Juni 2026 – Pemerintah Desa Giriawas telah menyelesaikan realisasi Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap II pada Jumat, 19 Juni 2026. Realisasi tersebut berupa penyaluran insentif bagi Ketua RT, Ketua RW, dan kader yang selama ini turut berperan aktif dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat di tingkat desa.

Sumber : Saripul Hayat (19/06/26)

Penyaluran insentif kali ini menjadi momen yang istimewa, khususnya bagi para Ketua RT dan Ketua RW yang baru terpilih dan mulai menjalankan tugasnya terhitung sejak diturunkannya SK yaitu pada 16 Maret 2026. Pasalnya, realisasi ADD Tahap II ini merupakan kali pertama mereka menerima insentif sejak resmi menjabat sebagai pengurus lingkungan yang baru.

Adapun insentif yang disalurkan merupakan pembayaran untuk tiga bulan, yaitu periode April, Mei, dan Juni untuk RT dan RW. Sedangkan untuk Kader 4 bulan yaitu Maret, April, Mei dan Juni. Besaran insentif yang diterima masing-masing penerima manfaat telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di Kabupaten Garut, yakni Ketua RT sebesar Rp200.000 per orang per bulan, Ketua RW sebesar Rp300.000 per orang per bulan, dan kader sebesar Rp100.000 per orang per bulan dengan potongan pajak PPh 21 sebesar 5%.

Di Desa Giriawas, jumlah penerima insentif terdiri dari 52 Ketua RT, 13 Ketua RW, dan 65 kader yang tersebar di seluruh wilayah desa. Seluruh proses penyaluran berlangsung dengan tertib dan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah desa.

Pemerintah Desa Giriawas menyampaikan apresiasi kepada seluruh RT, RW, dan kader yang telah berkontribusi dalam mendukung berbagai program pembangunan, pelayanan masyarakat, serta kegiatan kemasyarakatan di lingkungan masing-masing. Insentif yang diberikan diharapkan dapat menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam membantu jalannya pemerintahan desa.

Selain sebagai bentuk apresiasi, penyaluran insentif ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja para pengurus lingkungan dan kader dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung keberhasilan program-program pembangunan yang dilaksanakan di Desa Giriawas.

Dengan selesainya realisasi ADD Tahap II ini, Pemerintah Desa Giriawas menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan pengelolaan keuangan desa secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi mendukung kemajuan serta kesejahteraan masyarakat desa.

Distribusi Bantuan Beras dan Minyak di Desa Giriawas Selesai Dilaksanakan

Pemerintah Desa Giriawas telah menyelesaikan kegiatan distribusi bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat. Kegiatan penyaluran berlangsung selama lima hari, mulai Senin, 8 Juni 2026 hingga Jumat, 12 Juni 2026, dan berjalan dengan tertib, lancar, serta tepat sasaran.

Program bantuan ini merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat yang ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Di Desa Giriawas, jumlah penerima manfaat yang tercatat sebanyak 1.147 orang.

Pemerintah Desa Giriawas menjelaskan bahwa data penerima manfaat tidak berasal dari usulan pemerintah desa, melainkan diperoleh langsung dari pemerintah (Kementerian Sosial) dalam bentuk daftar nominatif yang telah ditetapkan. Setiap data penerima dilengkapi dengan QR Code sebagai bagian dari sistem verifikasi dan validasi penerima bantuan guna memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan.

Sumber : Ahmad Zaenudin (10/06/26)

Dalam program ini, setiap penerima manfaat memperoleh bantuan berupa dua karung beras dengan berat masing-masing 10 kilogram, sehingga total beras yang diterima setiap orang sebanyak 20 kilogram. Selain itu, penerima juga mendapatkan dua pouch minyak goreng dengan isi masing-masing 2 liter, atau total 4 liter minyak goreng per penerima.

Selama pelaksanaan distribusi, masyarakat diwajibkan membawa identitas diri berupa KTP dan KK serta mengikuti proses verifikasi sesuai data yang tercantum dalam daftar nominatif. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh pihak yang berhak dan meminimalkan potensi kesalahan dalam penyaluran.

Pemerintah Desa Giriawas mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari petugas penyalur, perangkat desa, hingga masyarakat penerima manfaat yang telah mengikuti proses distribusi dengan tertib. Dengan selesainya penyaluran bantuan ini, diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan distribusi yang berlangsung selama lima hari tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan bantuan sosial dapat tersalurkan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.

 
 

UPT Puskesmas Kecamatan Cikajang Menggelar Kegiatan Geber Poci di Desa Giriawas

UPT Puskesmas Kecamatan Cikajang bekerja sama dengan Pemerintah Desa Desa Giriawas menyelenggarakan kegiatan Gerakan Bersama Program Terintegrasi (Geber Poci) pada hari Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas dan Aula Desa Giriawas.

Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Program ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai layanan kesehatan terpadu yang dapat diakses secara gratis oleh warga.

Sumber : Rahmat Hidayat (26/05/26)

Dalam kegiatan Geber Poci ini, masyarakat mendapatkan pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan berbagai jenis layanan, di antaranya kelas ibu, kelas balita, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan laboratorium, pelayanan KB, serta layanan kesehatan lainnya yang disediakan oleh tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Kecamatan.

Sejak pagi hari, masyarakat tampak sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Warga dari berbagai wilayah di Desa Giriawas berdatangan untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Tingginya partisipasi masyarakat menyebabkan antrean pelayanan cukup panjang, namun kegiatan tetap berjalan tertib dan lancar berkat kerja sama petugas kesehatan, kader, dan perangkat desa.

Pemerintah Desa Giriawas menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan pihak UPT Puskesmas Kecamatan atas terselenggaranya kegiatan Geber Poci ini. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan serta memperkuat pelayanan kesehatan di lingkungan desa.