Distribusi BLT Tahap I Desa Giriawas Tahun 2026 Resmi Disalurkan

Giriawas – Pemerintah Desa Giriawas telah melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap I kepada masyarakat penerima manfaat. Bantuan ini disalurkan untuk periode tiga bulan, yakni Januari, Februari, dan Maret 2026, yang bersumber dari anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Sebanyak 13 orang warga menerima bantuan tersebut, yang masing-masing merupakan perwakilan dari 13 RW di wilayah Desa Giriawas. Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp100.000 per orang per bulan. Secara keseluruhan, total anggaran BLT yang dialokasikan untuk tahun 2026 mencapai Rp15.600.000.

Sumber : Ahmad Zaenudin (23/04/26)

Proses penetapan penerima manfaat dilakukan secara partisipatif melalui musyawarah lingkungan di masing-masing RW. Dalam forum tersebut, masyarakat mengusulkan calon penerima yang dianggap layak dan membutuhkan bantuan. Hasil musyawarah kemudian dituangkan dalam Berita Acara Musyawarah Penerima BLT.

Berita acara tersebut selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah Desa Giriawas untuk dilakukan verifikasi dan penetapan resmi. Pemerintah desa kemudian menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penerima BLT sebagai dasar hukum penyaluran bantuan.

Pemerintah Desa Giriawas menyampaikan bahwa mekanisme ini dilakukan untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial. Diharapkan, BLT yang diberikan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat serta mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga penerima manfaat.

Puskesmas Gelar Vaksinasi Campak untuk Balita di Desa Giriawas

Giriawas – Dalam upaya menekan peningkatan kasus campak, pihak puskesmas setempat menggelar kegiatan vaksinasi campak bagi balita di seluruh wilayah RW Desa Giriawas. Program ini dilaksanakan secara bertahap dengan sistem satu RW setiap harinya yang berlangsung dari pagi hari, guna memastikan pelayanan berjalan optimal dan menjangkau seluruh sasaran.

Kegiatan vaksinasi ini merupakan langkah preventif yang diambil sebagai respons atas meningkatnya kasus campak di Indonesia, termasuk di Kabupaten Garut. Dengan menyasar balita sebagai kelompok rentan, diharapkan penyebaran penyakit campak dapat diminimalisir sejak dini.

Petugas kesehatan dari puskesmas turun langsung ke setiap RW, bekerja sama dengan kader posyandu, RT/RW, serta didampingi oleh Perangkat Desa untuk mendata dan mengumpulkan balita yang menjadi sasaran imunisasi. Selain pemberian vaksin, petugas juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya imunisasi dalam menjaga kesehatan anak.

Sumber : Dani Sawaludin (08/04/26)

“Kegiatan ini kami lakukan secara bertahap agar pelayanan lebih maksimal. Kami berharap seluruh orang tua dapat berpartisipasi aktif membawa anaknya untuk divaksin,” ujar salah satu petugas puskesmas.

Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi berkat bantuan dari Kader dan RT/RW dalam menghimbau warganya, dengan banyaknya orang tua yang hadir membawa balitanya ke lokasi vaksinasi. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi dalam mencegah penyakit menular.

Pemerintah Desa Giriawas juga menghimbau seluruh warga untuk mendukung program ini demi kesehatan bersama. Dengan adanya vaksinasi campak yang merata di setiap RW, diharapkan angka kasus campak dapat ditekan dan anak-anak di Desa Giriawas dapat tumbuh sehat serta terlindungi dari penyakit berbahaya.