Realisasi Insentif RT dan RW di Desa Giriawas Menjadi Momen Perpisahan Masa Jabatan

Giriawas – Pemerintah Desa Giriawas merealisasikan Alokasi Dana Desa yaitu insentif bagi para Ketua RT, RW, dan Kader pada Rabu, 25 Februari 2026 bertempat di Gedung Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas. Realisasi tersebut mencakup pembayaran insentif untuk periode bulan Januari dan Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kantor Desa Giriawas ini menjadi momen penting, khususnya bagi para Ketua RT dan RW, karena insentif yang disalurkan kali ini merupakan yang terakhir dalam masa jabatan mereka. Diketahui, masa jabatan RT dan RW di Desa Giriawas resmi berakhir per tanggal 26 Februari 2026.

Kepala Desa Giriawas menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian para RT dan RW selama menjalankan tugasnya dalam membantu penyelenggaraan pemerintahan desa, pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga ketertiban dan kerukunan lingkungan.

Sumber : Saripul Hayat (25/02/26)

“Insentif ini merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras dan pengabdian para RT, RW, dan Kader yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan,” ujarnya.

Selain sebagai realisasi kewajiban pemerintah desa, kegiatan tersebut juga menjadi ajang perpisahan yang berlangsung penuh kehangatan. Suasana haru dan kebersamaan terasa saat para perangkat desa dan para Ketua RT/RW saling menyampaikan ucapan terima kasih dan harapan ke depan.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Desa Giriawas juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar segera menyelenggarakan pemilihan RT dan RW di lingkungan masing-masing. Hal ini penting untuk memastikan roda pemerintahan di tingkat kewilayahan tetap berjalan dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.

Pemerintah Desa menetapkan tenggat waktu pelaksanaan pemilihan RT dan RW hingga tanggal 6 Maret 2026. Diharapkan seluruh lingkungan dapat melaksanakan proses pemilihan secara musyawarah dan demokratis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan berakhirnya masa jabatan RT dan RW periode sebelumnya, Pemerintah Desa Giriawas berharap kepengurusan yang baru nantinya dapat melanjutkan tugas dan tanggung jawab dengan penuh semangat, serta terus bersinergi dalam membangun desa yang lebih maju dan harmonis.

Pemerintah Desa Giriawas Sigap Tangani Tawuran Pelajar

Giriawas – Pemerintah Desa Giriawas bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait aksi tawuran yang terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026 sekitar pukul 01.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Kantor Desa Giriawas dan sempat mengundang perhatian masyarakat setempat.

Kejadian pertama kali diketahui berdasarkan laporan warga yang kebetulan melintas di lokasi dan melihat adanya sekelompok remaja yang terlibat aksi tawuran. Mendapat laporan tersebut, Kepala Desa Giriawas bersama Babinsa Desa Giriawas segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan penanganan.

Berkat kesigapan aparat desa yang dibantu warga, beberapa pelaku berhasil diamankan. Setelah dilakukan pendataan, diketahui bahwa para pelaku yang terlibat masih berstatus pelajar tingkat SMA dan SMP. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa.

Sumber : Rahmat Hidayat (21/02/26)

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Desa Giriawas memanggil para pelajar yang terlibat beserta pihak terkait seperti beberapa kepala desa asal pelajar, ketua RW dan perwakilan pihak sekolah pelajar yang terlibat pada Sabtu, 21 Februari 2026. Pertemuan tersebut diadakan guna memberikan pengarahan serta pembinaan kepada para pelajar, sekaligus dilakukan penandatanganan surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Kepala Desa Giriawas menegaskan bahwa langkah pembinaan ini dilakukan sebagai upaya preventif dan edukatif, mengingat para pelaku masih berada dalam usia sekolah sehingga perlu mendapatkan arahan yang tepat.

Pemerintah Desa juga menghimbau kepada para orang tua dan guru untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya pada malam hari, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kerja sama antara pemerintah desa, orang tua, pihak sekolah, serta masyarakat dinilai sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Rumah Warga Terbakar di Kampung Jolok, Tidak Ada Korban Jiwa

Giriawas – Sebuah rumah warga bernama Soleh Ma’mun (56) di Kampung Jolok RW 07, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, dilaporkan mengalami kebakaran pada hari ini sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di wilayah Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan rumah hingga masuk dalam kategori rusak berat.

Pemerintah Desa Giriawas bergerak cepat menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga setempat. Perangkat desa turut membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk membantu masyarakat melakukan pemadaman awal sambil menunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran.

Selain itu, Pemerintah Desa juga segera menghubungi petugas Damkar terdekat guna mempercepat proses penanganan, mengingat lokasi tersebut sangat padat sehingga dikhawatirkan api dapat merambat ke bangunan lain yang ada di sekitar lokasi.

Berdasarkan kronologi sementara, kebakaran diduga bermula dari anak-anak yang awalnya bermain petasan di loteng rumah. Setelah itu, mereka berpindah bermain api di dalam rumah. Api tersebut diduga merambat ke sisa bensin yang sebelumnya baru dipindahkan dari mobil dan tersimpan di dalam rumah, sehingga memicu kobaran api yang lebih besar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan cukup besar karena kondisi bangunan mengalami kerusakan berat.

Pemerintah Desa mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak saat bermain serta memastikan bahan-bahan yang mudah terbakar seperti bensin disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Rencananya, Pemerintah Desa akan membantu membuat laporan yang nantinya akan dikirimkan ke berbagai instansi terkait. Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan dan penanganan lanjutan masih dilakukan oleh pihak terkait.