Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Giriawas

Giriawas — Sebuah pohon tumbang menimpa rumah salah satu warga bernama Gungun Gunawan di Kampung Ciparay RT 03 RW 05, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi akibat kondisi angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Cikajang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, angin kencang mulai terjadi sejak malam hari sebelumnya dan berangsur mereda pada Minggu, 25 Januari 2026.

Sumber : Ahmad Zaenudin (24/01/26)

Akibat terpaan angin yang cukup kuat, sebuah pohon di sekitar permukiman warga tumbang dan menimpa atap rumah milik korban. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, rumah korban mengalami kerusakan pada bagian atap dengan kategori rusak sedang.

Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Desa Giriawas bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian, didampingi oleh ketua RT dan RW setempat. Upaya penanganan dilakukan bersama masyarakat sekitar dengan cara bergotong royong mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga.

Proses evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat. Pohon tumbang berhasil disingkirkan sehingga kondisi rumah korban dapat diamankan dan tidak menimbulkan dampak lanjutan.

Pemerintah desa mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang dan hujan deras, serta segera melaporkan apabila terdapat kejadian yang tidak diinginkan di lingkungan masyarakat.

Program Bakti Desa 2026 Permata Intan Garut Resmi Berakhir

Giriawas — Program kegiatan Bakti Desa 2026 yang diselenggarakan oleh Permata Intan Garut resmi berakhir pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan penutupan dilaksanakan di Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas dan berlangsung meriah sejak pukul 15.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Acara penutupan ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Bakti Desa yang telah berlangsung selama dua minggu dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Warga Desa Giriawas tampak antusias menghadiri acara penutupan yang dikemas dengan nuansa hiburan, seni, dan keagamaan.

Rangkaian acara penutupan diawali dengan berbagai hiburan diantaranya, penampilan band lokal yang turut memeriahkan suasana. Selain itu, penampilan hadroh serta pentas seni dari anak-anak setempat berhasil menarik perhatian dan mendapat apresiasi dari para hadirin. Penampilan tersebut menjadi wujud dukungan terhadap potensi seni dan kreativitas generasi muda desa.

Sumber : Rahmat Hidayat (26/01/26)

Sebagai acara utama, digelar tabligh akbar yang diisi oleh Gus Abdul Aziz. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menekankan pentingnya kebersamaan, kepedulian sosial, serta peran generasi muda terutama himpunan mahasiswa asal garut dalam membangun masyarakat yang berakhlak dan berdaya saing tinggi.

Panitia Bakti Desa 2026 Permata Intan Garut yang diwakili oleh ketua menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, baik dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, maupun warga Desa Giriawas. Diharapkan kegiatan Bakti Desa ini dapat memberikan manfaat nyata serta meninggalkan kesan positif bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya acara penutupan ini, maka seluruh rangkaian Program Bakti Desa 2026 Permata Intan Garut resmi ditutup doa bersama dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

Himpunan Mahasiswa Garut Gelar Bakti Desa Melalui Program Penanaman Kayu di Desa Giriawas

Giriawas – Himpunan Mahasiswa Garut yang tergabung dalam kelompok Permata Intan Garut menggelar kegiatan Bakti Desa dengan salah satu program unggulan berupa penanaman kayu. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di areal eks PMDK Desa Giriawas.

Sumber : Imam Firman Hidayansyah (22/01/2026)

Program penanaman kayu tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan PTPN I, Muspika Kecamatan Cikajang, Pemerintah Desa Giriawas, serta melibatkan para petani setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan, meningkatkan fungsi lahan, serta menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Program ini selaras dengan program dari Gubernur Jawa Barat dalam upaya pelestarian lingkungan.

Sejak pagi hari, peserta kegiatan yang terdiri dari mahasiswa, unsur Muspika, aparatur pemerintah desa, perwakilan PTPN I, dan petani tampak antusias mengikuti rangkaian penanaman kayu walaupun sempat dilanda hujan. Kegiatan berlangsung dengan semangat kebersamaan dan gotong royong di lokasi yang telah ditentukan.

Perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Garut menyampaikan bahwa kegiatan Bakti Desa ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap program penghijauan di wilayah Kecamatan Cikajang, khususnya di Desa Giriawas.

Pemerintah Desa Giriawas menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan penanaman kayu tersebut. Diharapkan, melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah, pihak perusahaan, dan masyarakat, kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta kesejahteraan petani di sekitar areal eks PMDK.

Himpunan Mahasiswa Garut Gelar Bakti Desa dan Screening Kesehatan Gratis di Desa Giriawas

Giriawas – Himpunan Mahasiswa Garut yang tergabung dalam kelompok Permata Intan Garut mengadakan kegiatan Bakti Desa bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Kegiatan ini berupa screening kesehatan gratis bagi masyarakat dan dilaksanakan di Aula Desa Giriawas pada Rabu, 21 Januari 2026.

Kegiatan Bakti Desa ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta mendeteksi dini kondisi kesehatan warga. Melalui kerja sama dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma.

Sumber : Ahamad Zaenudin (21/01/26)

Adapun layanan screening kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, serta konsultasi kesehatan dasar. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi, ditandai dengan banyaknya warga terutama lansia yang hadir sejak pagi untuk mengikuti pemeriksaan.

Perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Garut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat desa serta upaya nyata dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengabdi dan berkontribusi langsung di tengah masyarakat.

Pemerintah Desa Giriawas menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Bakti Desa yang dilaksanakan oleh Permata Intan Garut bersama Puskesmas. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna membantu masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah dan terjangkau.

Pelayanan Adminduk Digelar, Warga Giriawas Antusias Manfaatkan Program

Giriawas — Himpunan Mahasiswa Garut yang terbentuk dalam kelompok Permata Intan Garut bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menggelar kegiatan program pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat. Dalam kegiatan “Bakti Desa 2026” tersebut dilaksanakan di Aula Desa Giriawas pada Selasa, 20 Januari 2026.

Program ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat desa, sekaligus membantu warga dalam mengurus dokumen kependudukan secara mudah, cepat, dan tanpa biaya. Sejak pagi hari, masyarakat terlihat antusias mendatangi lokasi kegiatan untuk memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan.

Sumber : Ahmad Zaenudin (20/01/26)

Adapun layanan administrasi yang tersedia dalam kegiatan ini meliputi perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP), pengurusan akta kelahiran, akta kematian, perbaikan Kartu Keluarga (KK), serta pencetakan KTP. Seluruh layanan diberikan secara gratis, namun dengan kuota terbatas sesuai dengan ketentuan dari Disdukcapil.

Perwakilan Himpunan Mahasiswa Garut UIN Sunan Gunung Djati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat serta wujud kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya tertib administrasi kependudukan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Giriawas dapat lebih mudah mengakses layanan kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil.

Pemerintah Desa Giriawas menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa dan Disdukcapil. Kegiatan ini dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya warga yang selama ini mengalami kendala dalam mengurus dokumen kependudukan.

Melalui program pelayanan administrasi kependudukan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen resmi semakin meningkat serta dapat menunjang berbagai kebutuhan administrasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.

Yayasan Hikayat Menginspirasi Santunan Anak Yatim dan Lansia

GIRIAWAS – Suasana religius dan penuh kehangatan menyelimuti DKM Darul Falah, Desa Giriawas, pada Sabtu malam (17/1/2025), saat Yayasan Hikayat menggelar kegiatan santunan anak yatim dan lansia yang dirangkai dengan peringatan Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus DKM, unsur pemerintah desa, serta warga sekitar yang antusias mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga akhir. Selain menjadi momentum memperingati perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, acara ini juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim dan para lanjut usia di lingkungan Desa Giriawas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Diba yang dilanjutkan dengan Mahlul Qiyam, diiringi lantunan shalawat yang menggema khidmat di dalam masjid. Setelah itu, Yayasan Hikayat menyerahkan santunan kepada anak yatim dan lansia, yang disambut haru oleh para penerima manfaat dan keluarga mereka. Ketua DKM Darul Falah, Aceng Kohar Musaddad, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Yayasan Hikayat atas konsistensinya dalam menjalankan kegiatan sosial berbasis keumatan. Ia menilai santunan ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga penguat ikatan emosional dan solidaritas antarwarga. Kegiatan ini sangat berarti, bukan hanya bagi anak-anak yatim dan para lansia, tetapi juga bagi kita semua sebagai pengingat pentingnya berbagi dan saling peduli, ujar Aceng Kohar Musaddad.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Desa Giriawas, Deni Sunjani, yang menyatakan dukungan penuh terhadap program Yayasan Hikayat. Ia menilai, kegiatan ini patut menjadi contoh bagi komunitas dan lembaga lain dalam mengembangkan gerakan sosial yang berkelanjutan. “Yang membuat kegiatan ini istimewa, modal santunan berasal dari hasil pengelolaan bank sampah di lingkungan serta dukungan para donatur. Ini menunjukkan bahwa dari hal sederhana seperti sampah pun bisa lahir kebaikan besar,” kata Deni Sunjani.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tabligh akbar yang disampaikan oleh KH. P. Arifin, S.IP., MA, selaku Ketua MUI Desa Giriawas. Dalam tausiyahnya, beliau menguraikan makna Isra Mi’raj sebagai momentum peningkatan kualitas iman dan kepedulian sosial. “Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa spiritual, tetapi juga mengajarkan kita tentang tanggung jawab sosial. Salah satunya dengan menyantuni anak yatim dan memperhatikan kaum dhuafa,” tutur KH. P. Arifin. Beliau juga mengapresiasi Yayasan Hikayat yang telah mengemas peringatan hari besar Islam dengan kegiatan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sebagai penutup, acara dipungkas dengan pembacaan doa bersama, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh jamaah serta para donatur. Setelah itu, seluruh peserta kegiatan menikmati makan bersama, menambah suasana kekeluargaan dan kebersamaan.

Menariknya, kegiatan santunan oleh Yayasan Hikayat ini tidak bersifat insidental. Program ini dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali dan digelar secara bergilir di setiap DKM yang ada di wilayah Desa Giriawas. Sumber dana utama berasal dari pengelolaan bank sampah warga serta donasi dari masyarakat yang peduli.

Model pengelolaan ini menginspirasi banyak pihak, karena memadukan kepedulian lingkungan dengan gerakan sosial keagamaan. Dari sampah yang dipilah dan dikelola, lahir dana yang bermanfaat untuk menyantuni anak yatim dan lansia. Dengan kegiatan ini, Yayasan Hikayat tidak hanya menguatkan nilai-nilai keislaman, tetapi juga menanamkan semangat gotong royong dan kemandirian sosial di tengah masyarakat Desa Giriawas.

Santunan Anak Yatim Sumber : Dani Sawaludin (17/1/2026)

Bhakti Desa Permata Intan Garut Resmi Dibuka di Giriawas

GIRIAWAS – Kegiatan Pembukaan Bhakti Desa Perhimpunan Mahasiswa Kota Intan Garut (Permata Intan Garut) resmi digelar di Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Selasa (12/1/2025). Acara ini menjadi awal dari rangkaian pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang akan berlangsung selama dua pekan, mulai 12 hingga 26 Januari 2026. Kegiatan pembukaan tersebut dihadiri oleh jajaran lembaga desa, para Ketua RT dan RW se-Desa Giriawas, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah kecamatan. Tahun ini, Bhakti Desa mengusung tema “Ngajadikeun Permata Intan Nu Sajati Ngabdi Ka Lemah Cai, Sangkan Garut Madani”, yang menekankan semangat pengabdian mahasiswa kepada tanah kelahiran demi terwujudnya Garut yang madani.

Acara diawali dengan sambutan dan maksud kedatangan yang disampaikan oleh Suni Subagja, selaku Ketua Umum Permata Intan Garut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Bhakti Desa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membantu pembangunan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Kami datang bukan hanya untuk belajar dari masyarakat, tetapi juga untuk bekerja bersama masyarakat. Semoga kehadiran kami selama dua pekan ke depan bisa memberi manfaat dan mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga Giriawas, kutipan sambutan.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Giriawas yang menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Ia mengapresiasi inisiatif Permata Intan Garut yang secara konsisten melaksanakan kegiatan Bhakti Desa sebagai wujud kepedulian generasi muda terhadap pembangunan desa. Sambutan berikutnya datang dari Camat Cikajang, yang berharap agar seluruh program yang dirancang dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga selama kegiatan berlangsung.

Momen penting dalam pembukaan kegiatan ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis dari Reza Apriyandi, selaku Ketua Organizing Committee (OC) Permata Intan Garut, kepada Kepala Desa Giriawas. Penyerahan tersebut sekaligus menjadi simbol dimulainya secara resmi rangkaian Bhakti Desa di Giriawas. Setelah itu, panitia memaparkan rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Sebanyak 56 mahasiswa akan terlibat langsung dalam pelaksanaan 13 program utama, yang mencakup berbagai bidang antara lain: Pelayanan Administrasi Kependudukan bersama Disduk Capil, Pengembangan Potensi UMKM Lokal, Fun Match Volly Ball, Cek Kesehatan Gratis dan Penyaluran Alat Pengusir Lalat, Seminar Pendidikan, Penyaluran Al-Qur’an, Perlombaan Tingkat SD dan Perpisahan Sekolah, Donasi Buku Ranah SMP, Penanaman Pohon, Penyaluran Gerobak Sampah, dan Kegiatan Pamungkas Penutupan. Seluruh program tersebut dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga penguatan ekonomi warga.

Selama kegiatan berlangsung, posko utama mahasiswa berada di Kampung Giriayu RT 02 RW 02, Desa Giriawas. Posko ini akan menjadi pusat koordinasi seluruh aktivitas Bhakti Desa, dan akan berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat baik para pemuda, karang taruna, lembaga desa, tokoh agama dan masyarakat, serta intansi terkait yang ada di wilayah Desa Giriawas.

Dengan dibukanya kegiatan Bhakti Desa Permata Intan Garut ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang kuat antara mahasiswa dan masyarakat Desa Giriawas, serta tercipta dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan desa.

Jalan Rusak, Tiga Kades Serempak Bergerak.

GARUT – Tiga Kepala Desa di Kabupaten Garut, yakni Kepala Desa Giriawas Kecamatan Cikajang, Kepala Desa Cibodas Kecamatan Cikajang, dan Kepala Desa Barusuda Kecamatan Cigedug, melakukan kegiatan konfirmasi langsung kepada Pemerintah Kabupaten Garut terkait kejelasan pembangunan jalan kabupaten yang membentang dari wilayah Desa Cibodas–Giriawas–Barusuda sepanjang kurang lebih 5,8 kilometer, Jumat (9/1/2026).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi yang sebelumnya telah dilayangkan kepada Bupati Garut pada Rabu, 7 Januari 2025. Dalam surat tersebut, ketiga pemerintah desa meminta kejelasan terkait realisasi pembangunan jalan kabupaten yang kondisinya saat ini telah rusak berat dan menghambat aktivitas masyarakat. Dalam isi surat itu juga ditegaskan bahwa apabila pembangunan belum dapat direalisasikan oleh pemerintah kabupaten, maka pemerintah desa memohon izin untuk membuka donasi terbuka guna perbaikan jalan, mengingat jalan tersebut menjadi akses vital bagi warga.

“Jalan ini bukan hanya akses fisik, tetapi urat nadi aktivitas warga, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, sampai urusan administrasi ke kantor desa,” ujar Deni Sunjani (Kepala Desa Giriawas).

Kondisi jalan kabupaten yang rusak parah tersebut berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Aktivitas perdagangan terganggu karena kendaraan sulit melintas. Anak-anak sekolah harus melewati jalan berlubang dan berlumpur. Warga yang membutuhkan layanan kesehatan pun kerap kesulitan menjangkau fasilitas medis. Ironisnya, di tengah upaya pemerintah desa yang telah melakukan berbagai perbaikan dan penataan jalan lingkungan dan jalan desa melalui APBDes, justru jalan yang berada tepat di depan kantor desa kondisinya memprihatinkan. Padahal secara kewenangan ruas jalan tersebut berstatus Jalan Kabupaten Garut.

“Ini menjadi dilema bagi kami. Di satu sisi, masyarakat mengukur kinerja pemerintah desa dari kondisi jalan yang mereka lihat setiap hari, terutama jalan menuju kantor desa. Tapi di sisi lain, secara aturan, kami tidak bisa menggunakan APBDes untuk membangun jalan kabupaten,” ungkap Asep Parid Parijaruan (Kepala Desa Barusuda, Kecamatan Cigedug).

Para kepala desa juga menegaskan bahwa usulan pembangunan jalan kabupaten tersebut sudah disampaikan secara formal melalui sistem SIPD secara berturut-turut sejak 2 tahun sebelumnya dan bahkan telah disetujui dalam perencanaan, namun hingga kini belum terealisasi di lapangan Kondisi ini memicu berbagai respon masyarakat, khususnya di era digital saat ini, di mana keluhan dan aduan mudah disampaikan melalui media sosial dan grup percakapan, sering kali tanpa disertai pemahaman tentang status kewenangan jalan tersebut.

 

Konfirmasi bersama Kabid Bina Marga Dinas PUPR Garut Sumber : Ahmad Zaenudin (9/1/2026)

Dalam kegiatan konfirmasi tersebut, pihak Sekretariat Bupati Garut melalui Sekretaris Bupati mengarahkan para kepala desa untuk berkoordinasi langsung dengan Kepala Bidang Bina Marga di Dinas PUPR Kabupaten Garut. Kabid Bina Marga Dinas PUPR Garut menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu alasan utama terhambatnya pembangunan jalan kabupaten tersebut. Meski demikian, sebagai bentuk tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Garut berencana melakukan pengukuran ulang dan cross check kondisi jalan agar menjadi perhatian serius dan masuk dalam prioritas pembangunan ke depan. Ia juga menambahkan bahwa di era digital seperti sekarang, aduan masyarakat memang sangat mudah muncul dan cepat menyebar.

“Setiap keluhan, seperti jalan rusak, bisa langsung memicu berbagai respon. Padahal, tidak semua masyarakat memahami status kewenangan dan mekanisme penganggaran. Ini yang perlu terus kita edukasikan bersama,” ujarnya.

Ketiga kepala desa berharap, melalui kegiatan konfirmasi ini, Pemerintah Kabupaten Garut dapat memberikan kejelasan dan kepastian waktu pelaksanaan pembangunan jalan Cibodas–Giriawas–Barusuda. Sehingga dapat menjawab keluh kesah warga terkait permasalahan jalan utama. Mereka menegaskan, jalan tersebut bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat desa.

“Harapan kami sederhana, agar akses warga tidak lagi terhambat dan aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik bisa berjalan dengan baik. Kami siap mendukung dan mengawal prosesnya sampai tuntas,” pungkas salah satu kepala desa.

Suasana Haru Warnai Syukuran Masjid Baru DKM Miftahul Hikmah

GIRIAWAS, CIKAJANG – Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Pengajian Majlis Ta’lim Tingkat Desa Giriawas yang dirangkaikan dengan Tasyakur Bi’nimah atas Rampungnya Pembangunan Masjid Baru, bertempat di Kampung Sukadana RW 13, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Minggu (4/1/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Giriawas dalam mensyukuri hadirnya masjid baru sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat. Acara dihadiri oleh para Ketua DKM se-Desa Giriawas beserta jamaahnya, unsur RT dan RW, Ketua Pemuda, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan istigasah yang dipimpin oleh sesepuh Desa Giriawas, Aki Empid SR, yang mengajak seluruh jamaah untuk bermunajat dan memohon keberkahan atas masjid yang telah dibangun, agar menjadi sumber kebaikan dan kemaslahatan bagi umat. Setelah itu, lantunan ayat suci Al-Qur’an melalui tilawatil Qur’an oleh Ust. Ayi menambah kekhusyukan suasana.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Desa Giriawas, KH. P. Arifin, S.IP., MA, menekankan bahwa masjid harus difungsikan tidak hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan penguatan akhlak masyarakat. “Masjid harus menjadi ruang yang hidup, tempat umat belajar, berdiskusi, dan mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya di hadapan jamaah.

Sementara itu, Kepala Desa Giriawas, Deni Sunjani, menyampaikan apresiasi kepada DKM Miftahul Hikmah, panitia, dan seluruh warga yang telah bergotong royong dalam pembangunan masjid serta penyelenggaraan kegiatan pengajian ini. Ia menilai, kolaborasi antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah desa menjadi kunci suksesnya kegiatan keagamaan di tingkat desa.

“Kami berharap masjid ini bukan hanya berdiri secara fisik, tetapi juga hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan yang mampu membentuk karakter religius masyarakat Giriawas,” kata Deni Sunjani.

Acara puncak diisi dengan tabligh akbar oleh Ust. Sasa Salahudin Al Banani. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk memperkuat rasa syukur atas nikmat Allah SWT, khususnya nikmat memiliki masjid yang layak dan nyaman, serta menumbuhkan semangat memakmurkan masjid melalui shalat berjamaah, majlis ta’lim, dan kegiatan sosial keumatan. 

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Dukungan dari berbagai pihak turut menyukseskan acara, di antaranya fasilitasi perlengkapan tenda dan sound system yang disediakan oleh BUMDes Mitra Warga Desa Giriawas.

Dengan terselenggaranya pengajian dan tasyakur bi’nimah ini, masyarakat berharap masjid baru DKM Miftahul Hikmah dapat menjadi pusat peradaban kecil di Kampung Sukadana RW 13, sekaligus mempererat silaturahmi dan semangat kebersamaan antarwarga Desa Giriawas.

 

Musyawarah Penetapan APBDes Giriawas 2026

Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, menggelar musyawarah penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 pada Rabu, 31 Desember 2025, pukul 13.15 WIB di Gedung Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas. Acara ini dihadiri perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga, menjadi momen krusial menutup tahun fiskal 2025 dengan penyesuaian anggaran akibat kebijakan nasional baru.

Acara dibuka dengan sambutan Camat Cikajang, Riyana Taspirin, S.Sos., yang sekaligus mensosialisasikan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Nomor 16 Tahun 2025 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Sosialisasi ini menyoroti penurunan pagu Dana Desa Giriawas hingga sekitar 70%, dari Rp1.203.829.000 menjadi Rp373.456.000. Camat menekankan bahwa penurunan ini bagian dari refocusing anggaran nasional untuk prioritas strategis.

Kebijakan mendasar yang disosialisasikan mencakup kewajiban alokasi minimal untuk BLT-DD, KDMP, dan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan usaha tani serta sanitasi berbasis masyarakat. Permendes ini mewajibkan desa mengoptimalkan sumber PADes alternatif untuk menutup defisit, sambil memastikan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan.

Setelah sambutan camat, Kepala Desa Giriawas mempresentasikan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026 yang telah disesuaikan dengan pagu indikatif dan untuk menyesuaikan dengan pagu definitif akan dilaksanakan kembali Musyawarah Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. Prioritas utama difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga miskin, pengembangan ekonomi desa, dan pemeliharaan aset seperti jalan lingkungan dan jalan desa yang menjadi poros aktivitas warga. Musyawarah berlangsung dua jam dengan diskusi sengit antarpeserta.

Warga menyuarakan kekhawatiran atas penurunan drastis, tetapi sepakat memprioritaskan program berkelanjutan. BPD memberikan masukan teknis terkait pengkodean anggaran sesuai format standar Kementerian Keuangan, memastikan APBDes taat aturan.

Rahmat Hidayat (31/12/2025)

Hasil Penetapan APBDes dan Komitmen Bersama

Musyawarah menghasilkan persetujuan APBDes 2026 dengan pagu pendapatan Rp373.456.000, di mana dialokasikan untuk BLT-DD bagi KK miskin,  serta sisanya untuk infrastruktur dan pelayanan publik. Dokumen APBDes disahkan melalui voting bulat, ditandatangani kepala desa, ketua BPD, dan perwakilan masyarakat.

Camat Riyana Taspirin menutup acara dengan apresiasi atas kematangan musyawarah desa, menjanjikan pendampingan teknis dari kecamatan untuk optimalisasi dana terbatas. Warga Giriawas berkomitmen menjaga transparansi melalui musrenbang semesteran dan laporan publik.

Dampak dan Harapan Menuju 2026

Penetapan APBDes ini menjadi pelajaran berharga bagi Giriawas dalam menghadapi era Dana Desa yang lebih efisien, mendorong inovasi seperti koperasi desa digital dan pariwisata berbasis budaya lokal. Dengan pagu baru, desa tetap optimis mempertahankan prestasi 2025, termasuk sport center yang kini jadi kebanggaan warga. Musyawarah ini memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat, siap menghadapi tantangan tahun anggaran mendatang.