Kegiatan Majlis Ta’lim Bulanan Desa Giriawas di Kp. Margaluyu RW 11 Mengundang Mubaligh Kondang

Pada hari Minggu, 26 Oktober 2025, Desa Giriawas kembali menggelar kegiatan Majlis Ta’lim tingkat desa yang berlangsung di Kampung Margaluyu, RW 11. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Iman dengan semangat kebersamaan warga dan antusiasme tinggi dari para peserta.

Majlis Ta’lim bulan ini menghadirkan Qori ternama, Ustadz Nanang Saripudin, yang berasal dari Cibodas, Kecamatan Cikajang. Beliau membawakan lantunan ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdu yang begitu menggetarkan hati jamaah. Hadir pula Mubalig berpengalaman KH Aceng Idang Busrol Karim, yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Ma’rupul Hidayah Barukai Cigedug. KH Aceng memberikan ceramah bertema keagamaan yang penuh makna, membangkitkan semangat keimanan dan motivasi bagi seluruh jamaah.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan ini merupakan agenda bergilir antar lingkungan RW di Desa Giriawas, sehingga menjadi wadah edukasi dan pembinaan keagamaan yang efektif sekaligus mempererat silaturahmi antar warga desa. Dengan lokasi yang berpindah-pindah di tiap RW, setiap daerah mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah dan menampakkan kekompakan komunitasnya.

Meski pada akhir acara turun hujan deras, tidak mengurangi semarak dan kelancaran kegiatan. Para jamaah tetap bertahan dan mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai dengan tertib dan penuh khidmat. Hujan justru menambah suasana spiritual yang khusyuk dan menjadi berkah tersendiri bagi warga yang berpartisipasi.

Acara Majlis Ta’lim di Desa Giriawas ini tidak hanya sebagai sarana pembelajaran agama tapi juga sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa. DKM Nurul Iman bersama tokoh agama serta pengurus RW secara konsisten mendukung terlaksananya program ini dengan maksimal.

Kepala Desa Giriawas memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini. Beliau berharap Majlis Ta’lim ini dapat terus berjalan dengan baik, menjadi forum yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas iman dan takwa masyarakat Giriawas, serta menjaga keharmonisan antar warga lintas RW.

Secara umum, kegiatan Majlis Ta’lim di Kp. Margaluyu RW 11 itu menunjukkan bahwa semangat keagamaan desa masih kuat, sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa tetangga dalam pengelolaan pembinaan umat Islam yang terpadu dan berkelanjutan.

Penemuan Sampah Limbah Kulit Di Desa Giriawas, Pemerintah Desa Giriawas Bergerak Cepat!!!

Garut, 25 Oktober 2025 — Warga Desa Giriawas digemparkan dengan penemuan sampah atau limbah kulit di beberapa lingkungan desa mereka. Lokasi yang terdampak adalah Kampung Giriawas RT 01 RW 03, Kampung Jolok RT 04 RW 07, dan Kampung Sukadana RT 03 RW 12. Penemuan ini terjadi pada hari Kamis malam, 23 Oktober 2025.

Menurut keterangan salah seorang warga setempat, Bu Tita, kejadian bermula sekitar pukul 2 dini hari ketika dirinya melihat sebuah mobil melintas dan diduga menurunkan barang di daerah tersebut. Namun warga tidak menyadari bahwa barang yang dibuang tersebut adalah limbah kulit. 

“Saya hanya lihat ada mobil yang lewat dan ada orang yang menurunkan sesuatu, tapi tidak tahu kalau itu sampah kulit,” ujar Bu Tita.

Pemerintah Desa Giriawas segera mendapatkan informasi dari manajemen PT Perkebunan Nusantara I Reg 2 Kebun Cisaruni mengenai kasus ini. Pihak perusahaan menyatakan bahwa kejadian limbah serupa sebenarnya juga ditemukan di beberapa wilayah perkebunan lainnya yang berada di luar wilayah Desa Giriawas. Hal ini menunjukkan adanya masalah yang lebih luas terkait pengelolaan limbah kulit.

Sumber : Hedi Darnia (24/10/2025) Penemuan Tumpukan Limbah Kulit di Desa Giriawas

Menanggapi temuan tersebut, Pemerintah Desa Giriawas mengambil langkah cepat dan melakukan koordinasi dengan pihak PT Perkebunan Nusantara I Reg 2 Kebun Cisaruni, Forkopimcam Kecamatan Cikajang, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut. Koordinasi ini dilakukan melalui surat resmi yang dilayangkan oleh pemerintah desa dengan beberapa poin penting diantaranya sebagai berikut:

  1. Melakukan investigasi dan verifikasi terhadap pelaku usaha pengelolaan kulit yang diduga membuang limbah secara tidak sesuai aturan.
  2. Memberikan teguran dan pembinaan kepada pelaku usaha agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
  3. Melakukan evakuasi dan pembersihan lokasi dengan pengerahan truk sampah yang akan membawa limbah tersebut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sesuai standar lingkungan.

 

Harapan dari Pemerintah Desa Giriawas dan semua pihak terkait adalah agar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut dapat segera menindaklanjuti permasalahan ini dengan tindakan tegas dan terkoordinasi. Kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga limbah berbahaya seperti kulit yang tidak dikelola dengan baik tidak terus mencemari lingkungan.

Temuan limbah kulit ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pelaku usaha dan warga agar selalu memperhatikan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab. Pemerintah Desa Giriawas juga berkomitmen untuk terus memantau dan menjaga kebersihan lingkungan serta mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi generasi masa depan.

Mengurai Tantangan dan Meregenerasi Pertanian Menuju Indonesia Emas 2045 bersama Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) di Desa Giriawas

Pada hari Minggu, 19 Oktober 2025, pukul 14.00 WIB, telah berlangsung pertemuan penting yang digagas oleh Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) di kediaman keluarga Nenden Hikmahanto Juwana, Kampung Sukagalih RW 04, Desa Giriawas. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai tokoh strategis di tingkat desa dan pemerintahan, termasuk Kepala Desa Giriawas, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Ketua Karang Taruna, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), anggota DPRD Komisi II Bapak Dindin Mauludin, S.Pd.I., MM, serta para pelaku usaha dan pengusaha tani.

Acara dimulai dengan sambutan dari Sekretaris Jenderal LPER, Ibu Prof. Dr. Francisca Sestri, S.E., M.M., yang menyambut hangat para hadirin dan menyampaikan maksud serta tujuan kegiatan. Menurut beliau, pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar pelaku pertanian dan pemangku kebijakan di desa guna menghadapi problematika pertanian sekaligus membuka jalan menuju regenerasi sektor pertanian yang berkelanjutan. Terlebih Indonesia sedang mempersiapkan diri menuju pembangunan Indonesia Emas pada 2045, di mana sektor pertanian memegang peranan penting sebagai tulang punggung ketahanan pangan dan penggerak ekonomi desa.

Kepala Desa Giriawas Bapak Deni Sunjani, kemudian memberikan sambutan penuh antusiasme. Beliau menyatakan rasa terhormat atas kedatangan para tokoh dan anggota masyarakat, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk bersama mencari solusi nyata atas tantangan yang dihadapi para petani di desa ini. Menurut Bapak Deni, pemerintah desa berkomitmen mendukung setiap upaya inovasi dan peningkatan kapasitas para petani dengan memaksimalkan peran BUMDes dan berbagai organisasi masyarakat desa.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh anggota DPRD Komisi II, Bapak Dindin Mauludin, S.Pd.I., MM., yang merupakan wakil rakyat dari daerah ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kebijakan pembangunan pertanian yang berpihak kepada petani kecil, meningkatkan akses modal dan teknologi, serta memperkuat mekanisme pemasaran agar hasil produksi mendapatkan harga yang layak dan stabil.

Setelah sambutan, acara utama berupa sesi sharing dimulai. Para pelaku tani dan pengusaha pertanian secara terbuka mengungkapkan persoalan-persoalan yang selama ini menjadi kendala utama di sektor pertanian. Salah satu permasalahan terbesar yang diangkat adalah fluktuasi harga hasil panen yang sangat tajam dan merugikan petani. Contohnya, harga pokok produksi (HPP) untuk tanaman wortel sekitar Rp1.500 per kilogram, tetapi saat musim panen tiba, harga jualnya kadang anjlok hingga Rp300 per kilogram. Kondisi ini berakibat pada ketidakmampuan petani menutup biaya operasional panen dan distribusi, sehingga banyak hasil panen terpaksa dibiarkan membusuk atau bahkan digunakan sebagai pupuk.

Sumber : Saripul Hayat (19/10/2025) Diskusi Pembahasan Ketidakpastian Harga Pertanian

Diskusi semakin mendalam dengan berbagai usulan pemecahan masalah, seperti penguatan kelembagaan Gapoktan untuk mengatur penjadwalan panen dan pemasaran bersama, memberdayakan BUMDes sebagai badan penyangga harga dan pemasaran dengan jaringan distribusi lebih luas, penerapan teknologi penyimpanan dan pengolahan hasil pertanian agar nilai tambah meningkat, serta renca distribusi ke pasar moderen dengan penentuan harga dasar pada komoditas sehingga petani dapat menentukan kesiapan pertanian.

Selain itu, peserta juga membahas regenerasi pertanian sebagai hal strategis untuk masa depan. Harapan besar diarahkan kepada generasi muda desa agar tertarik dan bersedia meneruskan profesi bertani dengan metode modern dan kreatif. Ketua Karang Taruna mengusulkan pelatihan digitalisasi pertanian dan kewirausahaan untuk meningkatkan kapasitas kaum muda ini. Anggota DPRD menyatakan dukungannya melalui program-program pembinaan dan fasilitasi dari pemerintah kabupaten dan provinsi.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk membentuk tim kerja terpadu yang akan secara rutin memantau perkembangan pertanian, mengkaji harga pasar, menginisiasi program inovasi pertanian berkelanjutan, serta mengembangkan jejaring kemitraan dengan berbagai pihak di luar desa melalui pembuat grup whatsapp, sehingga pada pertemuan berikutnya lebih spesifik membahas permasalahan yang dihadapi di dunia pertanian. Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan pertanian yang produktif, berdaya saing, dan mampu menjawab harapan Indonesia Emas 2045—dimana desa Giriawas diharapkan menjadi contoh pengembangan pertanian maju yang aplikatif dan berkelanjutan.

Santunan Anak Yatim ’Program Onta (saONs sabaTA)’: Harmoni Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat untuk Kebaikan Bersama, Sedekah dari Kegiatan UPLAND PROJECT Tahun 2025

Giriawas, 19 Oktober 2025 — Suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan tercipta di Gedung Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas pada hari Minggu, 19 Oktober 2025. Sebuah kegiatan amal dengan tajuk Santunan Anak Yatim bersumber dari (Upland Project Tahun 2025) terselenggara berkat hasil kolaborasi yang harmonis antara Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat. Acara ini menjadi momentum penting bagi semua pihak yang terlibat untuk menunjukkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong demi kebahagiaan anak-anak yatim di sekitar desa.

Kegiatan santunan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat yang mendukung keberhasilan acara. Tampak hadir para tokoh masyarakat serta pelaku dan kelompok tani anggota Gapoktan Restu Bumi, Kepala Desa Giriawas beserta jajaran perangkat desa, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) juga memberikan apresiasi langsung atas inisiatif mulia ini. Tak ketinggalan, Kepala Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut turut hadir memberikan dukungan penuh. Representasi dari legislatif diwakili oleh anggota DPRD Komisi II, Dindin Mauludin, S.Pd.I., M.M., yang sangat mengapresiasi gagasan program ini sebagai bentuk konkret sinergi antara sektor pertanian dan kesejahteraan sosial.

Sumber : Saripul Hayat (19/10/2025) Kebersamaan Berbagai Elemen dalam Kegiatan Sosial Keagamaan

Program santunan anak yatim ini memiliki kisah unik dan khas sebagai buah dari kolaborasi dua organisasi dengan latar berbeda namun satu tujuan mulia. Yayasan Hikayat yang selama ini konsisten mengelola dan membina anak-anak yatim di berbagai wilayah melakukan kerja sama dengan Gapoktan Restu Bumi yang bergerak dalam bidang pertanian terutama pengolahan tanaman kentang sebagai program upland. Dari hasil panen kentang tersebut, Gapoktan menyisihkan sebagian hasilnya untuk disalurkan sebagai santunan kepada anak-anak yatim melalui Yayasan Hikayat.

Inisiatif ini tidak hanya sebuah kegiatan sosial biasa, melainkan sebuah cita-cita agar program dapat berkelanjutan yang diberi nama “Santunan Anak Yatim bersumber Anggaran Program Onta (Réréongan saOns sabaTa) dari Upland Project Tahun 2025” yang mengandung makna kekeluargaan dan kebersamaan dalam membantu sesama. Dengan pendekatan program ini, Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat berkomitmen menjadikan santunan sebagai agenda rutin yang melibatkan partisipasi masyarakat tani sekaligus menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial.

Acara santunan berlangsung dengan suasana yang sangat khidmat dan penuh rasa haru. Anak-anak yatim yang hadir menerima bantuan berupa uang santunan serta bingkisan khusus yang disiapkan dengan penuh perhatian. Seruan dan sambutan dari berbagai pihak menambah kehangatan suasana, mengingat betapa pentingnya dukungan bersama dalam membangun masyarakat yang kuat dan peduli.

Kepala Desa Giriawas, Deni Sunjani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesungguhan Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat yang telah merancang program ini. Beliau berharap kegiatan ini bisa menginspirasi kelompok masyarakat lain untuk melakukan aksi sosial serupa demi kesejahteraan dan kebahagiaan anak-anak yang membutuhkan. “Kegiatan ini bukan hanya soal memberikan bantuan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan dan rasa memiliki antar sesama di desa kita,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Haeruman, sangat tersentuh ”kegiatan seperti ini menjadi contoh inspiratif bagaimana kita bisa bersama-sama membangun desa yang maju dan berkeadaban, di mana hasil pertanian tidak hanya untuk kesejahteraan ekonomi, tetapi juga menjadi sarana berbagi dan menebar kebaikan. Semoga kolaborasi ini terus berkembang, menjadi model bagi desa-desa lain dalam menerapkan pendekatan pembangunan yang holistik dan berkelanjutan. Terima kasih atas dedikasi semua pihak, terutama Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat, serta seluruh masyarakat Desa Giriawas yang telah mendukung keberhasilan acara ini” Tuturnya.

Sementara itu, Dindin Mauludin, anggota DPRD Komisi II, menyatakan dukungan legislatif terhadap program ini. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. “Sinergi antara Gapoktan dan Yayasan seperti ini harus didukung dan dikembangkan agar dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat terutama generasi muda yang memerlukan perhatian dan perlindungan,” kata beliau.

Sumber : Dani Sawaludin (19/10/2025) Pemberian Santunan Anak Yatim

Para pelaku dan kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Restu Bumi merasa bangga dapat berkontribusi secara langsung terhadap kesejahteraan anak yatim melalui hasil panen mereka. Ini merupakan wujud nyata dari keberlanjutan pertanian yang tidak hanya fokus pada hasil ekonomi, tetapi juga pada nilai sosial kemasyarakatan.

Kegiatan Santunan Anak Yatim kolaborasi Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat di Desa Giriawas hari ini menjadi contoh nyata bahwa melalui kebersamaan dan kepedulian, kesejahteraan komunitas dapat ditingkatkan. Sesuai dengan moto Program Onta, “Bersama kita berbagi dan peduli dalam suka dan duka,” diharapkan semangat ini terus bergelora dalam kehidupan masyarakat Desa Giriawas dan sekitarnya.

Survei Lokasi Rencana Pembangunan Jalan Lingkungan ke Tempat Pemakaman Umum di Kampung Giriawas

Pemerintah Desa Giriawas Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut sedang mempersiapkan rencana pembangunan jalan lingkungan sepanjang 207 meter yang menghubungkan akses ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kampung Giriawas RT 01 RW 03. Kegiatan survei lokasi dikoordinasikan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Garut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur desa yang melayani kebutuhan masyarakat secara langsung.

Survei lokasi yang dilaksanakan bertujuan untuk mengukur kondisi existing jalan dan lahan sekitar, menentukan titik awal dan akhir jalan baru, serta memastikan spesifikasi teknis pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat. Pembangunan jalan ini diharapkan dapat mempermudah akses keluarga dan masyarakat menuju TPU, terutama di saat-saat kunjungan dan kegiatan keagamaan.

Sumber : Rahmat Hidayat (16/10/2025)

 

Jalan lingkungan sepanjang 207 meter ini akan menggunakan spesifikasi yang sesuai standar dinas terkait agar memberikan keamanan, kenyamanan, dan daya tahan lama bagi pengguna. Selain itu, pembangunan jalan tersebut mendukung kelancaran mobilisasi serta mendukung pengelolaan lingkungan pemakaman yang lebih baik.

Rencana pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Garut dan Desa Giriawas dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana desa demi kesejahteraan masyarakat. Dengan akses jalan yang memadai, diharapkan aktivitas masyarakat dan pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif serta meningkatkan kualitas hidup warga Desa Giriawas. Bahkan, beberapa fasilitas secara swadaya oleh masyarakat dibangun seperti pemasangan Penerangan Jalan Umum sederhana yang dibangun untuk akses ke TPU terutama pada saat prosesi pemakaman di Malam Hari.

Oleh karena itu, Pemerintah desa mengajak seluruh warga untuk mendukung pelaksanaan pembangunan ini agar berjalan lancar, dan hasilnya dapat dinikmati bersama sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di wilayah Desa Giriawas.

PMI Kabupaten Garut Gelar Donor Darah di Desa Giriawas

 

Sumber : Dani Sawaludin (01/10/2025) Kepala Desa Turut Berpartisipasi Donor Darah

1 Oktober 2025, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut mengadakan kegiatan donor darah yang berlangsung di Kantor Besar PTPN 1 Regional 2, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang. Acara ini dihadiri oleh sejumlah unsur Forkopimcam, Kepala Desa Giriawas, serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti kegiatan sosial tersebut.

Donor darah ini merupakan bentuk kepedulian PMI Kabupaten Garut dalam memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit dan fasilitas kesehatan setempat, sekaligus mengajak warga untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan. Kehadiran unsur Forkopimcam dan kepala desa memberikan dukungan penuh terhadap suksesnya pelaksanaan kegiatan ini.

Kegiatan donor darah dilanjutkan pada tanggal 8 Oktober 2025 di SMAN 4 Garut. Kali ini, PMI melibatkan seluruh siswa-siswi, staf pengajar, serta masyarakat umum untuk mengikuti donor darah. Antusiasme dari kalangan pelajar dan tenaga pendidik memperlihatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya kontribusi dalam mendukung ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.

PMI Kabupaten Garut berharap kegiatan ini dapat meningkatkan stok darah secara signifikan serta menumbuhkan budaya donor darah secara rutin di masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara lembaga kemanusiaan, pemerintah daerah, pendidikan, dan masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan nyawa melalui donor darah.

 

Gotong Royong dan Swadaya Masyarakat Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Desa Giriawas, Kepala Desa Turut Membantu

Minggu, 12 Oktober 2025 menjadi hari yang penuh semangat di Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Masyarakat setempat bergotong royong secara swadaya untuk membantu merenovasi rumah tidak layak huni milik Ibu Juju, warga Kampung Giriayu RT 03 RW 02. Kegiatan kemanusiaan dan sosial ini mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Desa Giriawas yang menyediakan bahan material senilai 10 juta Rupiah.

Kepala Desa Giriawas, Bapak Deni Sunjani, tidak hanya memberikan dukungan secara administratif tetapi juga turun langsung ikut terlibat di hari pertama pembongkaran rumah tersebut. Kehadiran beliau memberikan semangat dan motivasi bagi warga yang bekerja bersama-sama untuk memperbaiki rumah Ibu Juju agar menjadi tempat tinggal yang lebih layak, nyaman, dan aman.

Rumah yang sebelumnya dalam kondisi tidak layak huni tersebut menjadi fokus perhatian komunitas desa karena dinilai sangat memprihatinkan. Melalui gotong royong, warga secara bergantian membersihkan, membongkar bagian rumah yang rusak, serta mulai melakukan perbaikan dengan bahan material yang disediakan oleh Pemerintah Desa. Swadaya masyarakat juga terlihat dalam bentuk tenaga, tenaga ahli bangunan dari warga sekitar, dan donasi kecil yang terkumpul untuk mendukung kelancaran renovasi ini.

Kegiatan ini juga mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya luhur masyarakat Desa Giriawas yang selalu mengedepankan rasa kebersamaan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab moral terhadap sesama, khususnya para tetangga yang membutuhkan bantuan.

Sumber : Imam Firman (12/10/2025) Hari Pertama Pembongkaran Rumah Tidak Layak Huni di Kp. Giriayu RW. 02

Pemerintah Desa berharap aksi gotong royong ini tidak hanya memperbaiki rumah Ibu Juju tapi juga mendorong semangat membantu warga lainnya yang masih menghadapi permasalahan rumah tidak layak huni. Selain itu, kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa dalam mewujudkan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.

Kepala Desa Deni Sunjani menyampaikan, “Saya sangat bangga dengan semangat dan solidaritas masyarakat Giriawas. Gotong royong ini adalah bukti bahwa kita bisa saling menopang dan bersama membangun desa yang lebih baik. Pemerintah desa akan selalu siap membantu dengan dukungan yang maksimal sesuai kemampuan.”

 

Ke depan, Pemerintah Desa Giriawas berencana melakukan pendataan lebih luas terkait warga yang membutuhkan bantuan serupa agar program perbaikan rumah tidak layak huni dapat berjalan secara sistematis dan merata.

Pelayanan Administrasi Kependudukan Menggunakan Sistem Raksa Paduka Bergradasi di Desa Giriawas

Pemerintah Desa Giriawas Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut mengalami peningkatan signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan setelah mengadopsi sistem informasi digital bernama Raksa Paduka yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Garut. Sistem ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan serta pemutakhiran data kependudukan yang akurat dan valid. Sistem ini memiliki beberapa keunggulan utama yang membuatnya menjadi solusi optimal dalam pelayanan administrasi desa. Pertama, sistem ini memungkinkan digitalisasi data yang meminimalisasi kesalahan input dan kehilangan data. Kedua, Raksa Paduka menyediakan kemudahan akses bagi aparatur desa dan masyarakat dalam melakukan pembaruan data administrasi kependudukan secara cepat dan transparan. Ketiga, sistem ini terintegrasi dengan pemerintah ditingkat atasnya sehingga pengurusan dokumen kependudukan sudah tidak bertumpuk di Kecamatan ataupun di Disduk Capil.

Sumber : Dani Sawaludin (16/10/2025) Pelayanan Administrasi Kependudukan di Desa Giriawas

Cara kerja Raksa Paduka dimulai dengan pendataan digital berbasis aplikasi yang terhubung antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Desa Giriawas. Data warga yang akan diperbarui diinput langsung oleh petugas desa dengan dukungan fasilitator Raksa Paduka Bergradasi. Warga kemudian dapat melakukan verifikasi dan pembaruan data melalui berbagai titik layanan seperti di Kantor Desa, Kantor Kecamatan, Kantor Disdukcapil Kabupaten Garut, atau Mall Pelayanan Publik (MPP). Semua proses tercatat secara digital, sehingga mempermudah monitoring dan evaluasi.

Penggunaan Raksa Paduka menjadi pilihan tepat bagi Desa Giriawas karena sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 dan perubahannya terkait administrasi kependudukan serta Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. Serta Surat Edaran Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil Kabupaten Garut Nomor : 400.12/3054-Disdukcapil/2025 tanggal 2 Oktober 2025 tentang Pemutakhiran Data Kependudukan

 

Sistem ini membantu meningkatkan akurasi dan validitas data kependudukan yang menjadi dasar bagi perencanaan pembangunan desa dan layanan publik lainnya. Selain itu, penggunaannya efisien dan ramah pengguna, mendukung transparansi serta mengurangi beban kerja manual petugas desa dan Disdukcapil.

Pelayanan administrasi yang lebih cepat, tepat, dan transparan melalui Raksa Paduka telah diterima dengan antusias dan menjadi kepuasan tersendiri oleh warga Desa Giriawas serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat desa dalam pengelolaan data administrasi kependudukan.