KOK Kecamatan Cikajang Resmi Buka Kompetisi Bola Voli Antar Desa di Lapang Voli Giriawas

Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Cikajang resmi membuka kompetisi bola voli tingkat kecamatan pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut digelar di lapangan voli Desa Giriawas dan diikuti oleh seluruh desa se-Kecamatan Cikajang dengan penuh antusiasme dari para peserta maupun masyarakat.

Kompetisi ini akan berlangsung selama dua minggu, mulai tanggal 18 Mei 2026 hingga 30 Mei 2026 yang akan menjadi puncak acara sekaligus partai final. Turnamen tersebut menjadi salah satu agenda olahraga penting sebagai persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab).

Sumber : Dani Sawaludin (18/05/26)

Dalam pelaksanaannya, setiap desa mengirimkan satu tim putra dan satu tim putri untuk berkompetisi memperebutkan gelar juara tingkat kecamatan. Kehadiran para atlet dari berbagai desa menjadikan suasana pertandingan semakin meriah dan penuh semangat sportivitas.

Pihak KOK Kecamatan Cikajang menyampaikan bahwa kompetisi ini tidak hanya bertujuan mencari tim terbaik, tetapi juga sebagai sarana pembinaan atlet muda berbakat di cabang olahraga bola voli. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar desa melalui kegiatan positif dan kompetitif.

Pembukaan acara turut dihadiri unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, panitia pelaksana, serta para pendukung dari masing-masing tim. Sorak dukungan dari penonton menambah semarak jalannya pertandingan perdana pada hari pembukaan.

Dipilihnya lapangan voli Desa Giriawas sebagai lokasi pelaksanaan juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat desa, terlebih fasilitas tersebut baru selesai dibangun dan kini mulai dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga berskala kecamatan. Selain itu, parkiran yang cukup luas menjadi nilai tambah dalam penyelenggaraan event yang cukup besar.

Dengan terselenggaranya kompetisi ini, diharapkan akan lahir atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama baik Kecamatan Cikajang pada ajang Porkab mendatang sekaligus meningkatkan semangat olahraga di kalangan generasi muda.

Distribusi BLT Tahap I Desa Giriawas Tahun 2026 Resmi Disalurkan

Giriawas – Pemerintah Desa Giriawas telah melaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap I kepada masyarakat penerima manfaat. Bantuan ini disalurkan untuk periode tiga bulan, yakni Januari, Februari, dan Maret 2026, yang bersumber dari anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Sebanyak 13 orang warga menerima bantuan tersebut, yang masing-masing merupakan perwakilan dari 13 RW di wilayah Desa Giriawas. Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp100.000 per orang per bulan. Secara keseluruhan, total anggaran BLT yang dialokasikan untuk tahun 2026 mencapai Rp15.600.000.

Sumber : Ahmad Zaenudin (23/04/26)

Proses penetapan penerima manfaat dilakukan secara partisipatif melalui musyawarah lingkungan di masing-masing RW. Dalam forum tersebut, masyarakat mengusulkan calon penerima yang dianggap layak dan membutuhkan bantuan. Hasil musyawarah kemudian dituangkan dalam Berita Acara Musyawarah Penerima BLT.

Berita acara tersebut selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah Desa Giriawas untuk dilakukan verifikasi dan penetapan resmi. Pemerintah desa kemudian menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penerima BLT sebagai dasar hukum penyaluran bantuan.

Pemerintah Desa Giriawas menyampaikan bahwa mekanisme ini dilakukan untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial. Diharapkan, BLT yang diberikan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat serta mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga penerima manfaat.

Puskesmas Gelar Vaksinasi Campak untuk Balita di Desa Giriawas

Giriawas – Dalam upaya menekan peningkatan kasus campak, pihak puskesmas setempat menggelar kegiatan vaksinasi campak bagi balita di seluruh wilayah RW Desa Giriawas. Program ini dilaksanakan secara bertahap dengan sistem satu RW setiap harinya yang berlangsung dari pagi hari, guna memastikan pelayanan berjalan optimal dan menjangkau seluruh sasaran.

Kegiatan vaksinasi ini merupakan langkah preventif yang diambil sebagai respons atas meningkatnya kasus campak di Indonesia, termasuk di Kabupaten Garut. Dengan menyasar balita sebagai kelompok rentan, diharapkan penyebaran penyakit campak dapat diminimalisir sejak dini.

Petugas kesehatan dari puskesmas turun langsung ke setiap RW, bekerja sama dengan kader posyandu, RT/RW, serta didampingi oleh Perangkat Desa untuk mendata dan mengumpulkan balita yang menjadi sasaran imunisasi. Selain pemberian vaksin, petugas juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya imunisasi dalam menjaga kesehatan anak.

Sumber : Dani Sawaludin (08/04/26)

“Kegiatan ini kami lakukan secara bertahap agar pelayanan lebih maksimal. Kami berharap seluruh orang tua dapat berpartisipasi aktif membawa anaknya untuk divaksin,” ujar salah satu petugas puskesmas.

Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi berkat bantuan dari Kader dan RT/RW dalam menghimbau warganya, dengan banyaknya orang tua yang hadir membawa balitanya ke lokasi vaksinasi. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi dalam mencegah penyakit menular.

Pemerintah Desa Giriawas juga menghimbau seluruh warga untuk mendukung program ini demi kesehatan bersama. Dengan adanya vaksinasi campak yang merata di setiap RW, diharapkan angka kasus campak dapat ditekan dan anak-anak di Desa Giriawas dapat tumbuh sehat serta terlindungi dari penyakit berbahaya.

Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih Giriawas Segera Dimulai

Giriawas – Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Giriawas akan segera memasuki tahap pekerjaan konstruksi. Pada hari Kamis, 26 Maret 2026, telah dilaksanakan pemasangan bowplank di lokasi pembangunan sebagai tanda dimulainya pekerjaan pembangunan gerai koperasi tersebut. Kegiatan pemasangan bowplank tersebut didampingi oleh Babinsa dan Perangkat Desa Giriawas.

Sumber : Rahmat Hidayat (26/03/26)

Lokasi pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih berada di Kampung Giriawas RT 03 RW 03. Lahan yang digunakan untuk pembangunan tersebut merupakan milik PTPN 1 Regional 2 Kebun Cisaruni Giriawas. Sebelumnya, pihak desa telah mengajukan perizinan penggunaan dan pemanfaatan lahan tersebut untuk pembangunan gerai koperasi desa.

Setelah pemasangan bowplank, tahapan selanjutnya adalah mobilisasi alat berat ke lokasi pembangunan. Alat berat direncanakan akan mulai didatangkan pada hari Senin, 30 Maret 2026 atau kemungkinan lebih cepat apabila seluruh persiapan teknis telah siap.

Adapun luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih adalah sekitar 1.000 meter persegi. Sementara luas bangunan yang akan didirikan berukuran 20 x 30 meter atau sekitar 600 meter persegi. Bangunan tersebut nantinya akan digunakan sebagai pusat kegiatan dan operasional koperasi desa dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Desa Giriawas berharap proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama, sehingga operasional Koperasi Desa Merah Putih Giriawas dapat segera berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kegiatan ekonomi dan pelayanan koperasi di Desa Giriawas.

Realisasi Insentif RT dan RW di Desa Giriawas Menjadi Momen Perpisahan Masa Jabatan

Giriawas – Pemerintah Desa Giriawas merealisasikan Alokasi Dana Desa yaitu insentif bagi para Ketua RT, RW, dan Kader pada Rabu, 25 Februari 2026 bertempat di Gedung Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas. Realisasi tersebut mencakup pembayaran insentif untuk periode bulan Januari dan Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kantor Desa Giriawas ini menjadi momen penting, khususnya bagi para Ketua RT dan RW, karena insentif yang disalurkan kali ini merupakan yang terakhir dalam masa jabatan mereka. Diketahui, masa jabatan RT dan RW di Desa Giriawas resmi berakhir per tanggal 26 Februari 2026.

Kepala Desa Giriawas menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian para RT dan RW selama menjalankan tugasnya dalam membantu penyelenggaraan pemerintahan desa, pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga ketertiban dan kerukunan lingkungan.

Sumber : Saripul Hayat (25/02/26)

“Insentif ini merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras dan pengabdian para RT, RW, dan Kader yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan,” ujarnya.

Selain sebagai realisasi kewajiban pemerintah desa, kegiatan tersebut juga menjadi ajang perpisahan yang berlangsung penuh kehangatan. Suasana haru dan kebersamaan terasa saat para perangkat desa dan para Ketua RT/RW saling menyampaikan ucapan terima kasih dan harapan ke depan.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Desa Giriawas juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar segera menyelenggarakan pemilihan RT dan RW di lingkungan masing-masing. Hal ini penting untuk memastikan roda pemerintahan di tingkat kewilayahan tetap berjalan dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.

Pemerintah Desa menetapkan tenggat waktu pelaksanaan pemilihan RT dan RW hingga tanggal 6 Maret 2026. Diharapkan seluruh lingkungan dapat melaksanakan proses pemilihan secara musyawarah dan demokratis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan berakhirnya masa jabatan RT dan RW periode sebelumnya, Pemerintah Desa Giriawas berharap kepengurusan yang baru nantinya dapat melanjutkan tugas dan tanggung jawab dengan penuh semangat, serta terus bersinergi dalam membangun desa yang lebih maju dan harmonis.

Pemerintah Desa Giriawas Sigap Tangani Tawuran Pelajar

Giriawas – Pemerintah Desa Giriawas bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait aksi tawuran yang terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026 sekitar pukul 01.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Kantor Desa Giriawas dan sempat mengundang perhatian masyarakat setempat.

Kejadian pertama kali diketahui berdasarkan laporan warga yang kebetulan melintas di lokasi dan melihat adanya sekelompok remaja yang terlibat aksi tawuran. Mendapat laporan tersebut, Kepala Desa Giriawas bersama Babinsa Desa Giriawas segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan penanganan.

Berkat kesigapan aparat desa yang dibantu warga, beberapa pelaku berhasil diamankan. Setelah dilakukan pendataan, diketahui bahwa para pelaku yang terlibat masih berstatus pelajar tingkat SMA dan SMP. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa.

Sumber : Rahmat Hidayat (21/02/26)

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Desa Giriawas memanggil para pelajar yang terlibat beserta pihak terkait seperti beberapa kepala desa asal pelajar, ketua RW dan perwakilan pihak sekolah pelajar yang terlibat pada Sabtu, 21 Februari 2026. Pertemuan tersebut diadakan guna memberikan pengarahan serta pembinaan kepada para pelajar, sekaligus dilakukan penandatanganan surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Kepala Desa Giriawas menegaskan bahwa langkah pembinaan ini dilakukan sebagai upaya preventif dan edukatif, mengingat para pelaku masih berada dalam usia sekolah sehingga perlu mendapatkan arahan yang tepat.

Pemerintah Desa juga menghimbau kepada para orang tua dan guru untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya pada malam hari, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kerja sama antara pemerintah desa, orang tua, pihak sekolah, serta masyarakat dinilai sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Rumah Warga Terbakar di Kampung Jolok, Tidak Ada Korban Jiwa

Giriawas – Sebuah rumah warga bernama Soleh Ma’mun (56) di Kampung Jolok RW 07, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, dilaporkan mengalami kebakaran pada hari ini sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di wilayah Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan rumah hingga masuk dalam kategori rusak berat.

Pemerintah Desa Giriawas bergerak cepat menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga setempat. Perangkat desa turut membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk membantu masyarakat melakukan pemadaman awal sambil menunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran.

Selain itu, Pemerintah Desa juga segera menghubungi petugas Damkar terdekat guna mempercepat proses penanganan, mengingat lokasi tersebut sangat padat sehingga dikhawatirkan api dapat merambat ke bangunan lain yang ada di sekitar lokasi.

Berdasarkan kronologi sementara, kebakaran diduga bermula dari anak-anak yang awalnya bermain petasan di loteng rumah. Setelah itu, mereka berpindah bermain api di dalam rumah. Api tersebut diduga merambat ke sisa bensin yang sebelumnya baru dipindahkan dari mobil dan tersimpan di dalam rumah, sehingga memicu kobaran api yang lebih besar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan cukup besar karena kondisi bangunan mengalami kerusakan berat.

Pemerintah Desa mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak saat bermain serta memastikan bahan-bahan yang mudah terbakar seperti bensin disimpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Rencananya, Pemerintah Desa akan membantu membuat laporan yang nantinya akan dikirimkan ke berbagai instansi terkait. Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan dan penanganan lanjutan masih dilakukan oleh pihak terkait.

 

Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Giriawas

Giriawas — Sebuah pohon tumbang menimpa rumah salah satu warga bernama Gungun Gunawan di Kampung Ciparay RT 03 RW 05, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi akibat kondisi angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Cikajang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, angin kencang mulai terjadi sejak malam hari sebelumnya dan berangsur mereda pada Minggu, 25 Januari 2026.

Sumber : Ahmad Zaenudin (24/01/26)

Akibat terpaan angin yang cukup kuat, sebuah pohon di sekitar permukiman warga tumbang dan menimpa atap rumah milik korban. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, rumah korban mengalami kerusakan pada bagian atap dengan kategori rusak sedang.

Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Desa Giriawas bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian, didampingi oleh ketua RT dan RW setempat. Upaya penanganan dilakukan bersama masyarakat sekitar dengan cara bergotong royong mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga.

Proses evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat. Pohon tumbang berhasil disingkirkan sehingga kondisi rumah korban dapat diamankan dan tidak menimbulkan dampak lanjutan.

Pemerintah desa mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang dan hujan deras, serta segera melaporkan apabila terdapat kejadian yang tidak diinginkan di lingkungan masyarakat.

Program Bakti Desa 2026 Permata Intan Garut Resmi Berakhir

Giriawas — Program kegiatan Bakti Desa 2026 yang diselenggarakan oleh Permata Intan Garut resmi berakhir pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan penutupan dilaksanakan di Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas dan berlangsung meriah sejak pukul 15.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Acara penutupan ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Bakti Desa yang telah berlangsung selama dua minggu dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Warga Desa Giriawas tampak antusias menghadiri acara penutupan yang dikemas dengan nuansa hiburan, seni, dan keagamaan.

Rangkaian acara penutupan diawali dengan berbagai hiburan diantaranya, penampilan band lokal yang turut memeriahkan suasana. Selain itu, penampilan hadroh serta pentas seni dari anak-anak setempat berhasil menarik perhatian dan mendapat apresiasi dari para hadirin. Penampilan tersebut menjadi wujud dukungan terhadap potensi seni dan kreativitas generasi muda desa.

Sumber : Rahmat Hidayat (26/01/26)

Sebagai acara utama, digelar tabligh akbar yang diisi oleh Gus Abdul Aziz. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menekankan pentingnya kebersamaan, kepedulian sosial, serta peran generasi muda terutama himpunan mahasiswa asal garut dalam membangun masyarakat yang berakhlak dan berdaya saing tinggi.

Panitia Bakti Desa 2026 Permata Intan Garut yang diwakili oleh ketua menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, baik dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, maupun warga Desa Giriawas. Diharapkan kegiatan Bakti Desa ini dapat memberikan manfaat nyata serta meninggalkan kesan positif bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya acara penutupan ini, maka seluruh rangkaian Program Bakti Desa 2026 Permata Intan Garut resmi ditutup doa bersama dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

Himpunan Mahasiswa Garut Gelar Bakti Desa Melalui Program Penanaman Kayu di Desa Giriawas

Giriawas – Himpunan Mahasiswa Garut yang tergabung dalam kelompok Permata Intan Garut menggelar kegiatan Bakti Desa dengan salah satu program unggulan berupa penanaman kayu. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di areal eks PMDK Desa Giriawas.

Sumber : Imam Firman Hidayansyah (22/01/2026)

Program penanaman kayu tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan PTPN I, Muspika Kecamatan Cikajang, Pemerintah Desa Giriawas, serta melibatkan para petani setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan, meningkatkan fungsi lahan, serta menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Program ini selaras dengan program dari Gubernur Jawa Barat dalam upaya pelestarian lingkungan.

Sejak pagi hari, peserta kegiatan yang terdiri dari mahasiswa, unsur Muspika, aparatur pemerintah desa, perwakilan PTPN I, dan petani tampak antusias mengikuti rangkaian penanaman kayu walaupun sempat dilanda hujan. Kegiatan berlangsung dengan semangat kebersamaan dan gotong royong di lokasi yang telah ditentukan.

Perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Garut menyampaikan bahwa kegiatan Bakti Desa ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap program penghijauan di wilayah Kecamatan Cikajang, khususnya di Desa Giriawas.

Pemerintah Desa Giriawas menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan penanaman kayu tersebut. Diharapkan, melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah, pihak perusahaan, dan masyarakat, kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta kesejahteraan petani di sekitar areal eks PMDK.