Realisasi Dana Desa Tahun 2025 Tahap Akhir Resmi Tuntas

Desa Giriawas — Pemerintah Desa Giriawas resmi menuntaskan realisasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2025 pada hari ini Selasa, 9 Desember 2025. Sejumlah program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan pemberian insentif bagi para guru ngaji, telah selesai disalurkan secara penuh untuk tahun ini.

Kepala Desa Giriawas menyampaikan bahwa penyaluran BLT Dana Desa 2025 ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat yang tergolong rentan sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. “Alhamdulillah, seluruh proses penyaluran BLT bulan terakhir tahun 2025 telah rampung hari ini. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sumber : Dani Sawaludin (09/12/25)

Selain BLT, pemerintah desa juga telah menyalurkan insentif bagi para guru ngaji sebagai bentuk penghargaan terhadap peran penting mereka dalam pendidikan keagamaan di lingkungan desa. Insentif ini diharapkan meningkatkan semangat para guru ngaji dalam membimbing generasi muda. Tercatat, ada 39 orang penerima manfaat insentif guru ngaji dan 35 keluarga penerima manfaat BLT yang berasal dari 13 RW di Desa Giriawas.

Tak hanya Dana Desa, realisasi Alokasi Dana Desa (ADD) berupa insentif kelembagaan desa—meliputi BPD, RT, RW, PKK, dan lembaga lainnya—juga telah selesai disalurkan. Pemberian insentif ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kinerja lembaga desa agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Pemerintah desa berharap, dengan tuntasnya realisasi DD dan ADD tahun 2025, seluruh program yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesejahteraan warga Giriawas. “Kami berkomitmen untuk terus menjaga transparansi, akuntabilitas, serta memastikan setiap rupiah yang dikelola pemerintah desa tepat sasaran,” tambah Kepala Desa.

Dengan berakhirnya proses ini, Desa Giriawas menutup agenda pengelolaan keuangan desa tahun 2025 dengan baik dan siap menyusun langkah serta program pembangunan berikutnya untuk tahun mendatang.

Pembangunan Lapang Voli di Desa Giriawas Resmi Rampung

Desa Giriawas akhirnya meresmikan selesainya pembangunan lapang voli baru pada awal Desember tahun ini. Proyek tersebut sebelumnya direncanakan selesai pada bulan September, namun sempat mengalami keterlambatan akibat intensitas hujan tinggi selama musim penghujan yang membuat proses pengerjaan tidak dapat berlangsung maksimal.

Sumber : Imam Firman Hidayansyah (2/12/2025)

Pembangunan lapang voli ini merupakan salah satu program prioritas desa yang masuk ke bidang Potensi Desa dan dibiayai melalui Dana Desa tahun anggaran 2025. Pemerintah Desa Giriawas memusatkan perhatian pada fasilitas olahraga karena tingginya antusiasme masyarakat Desa Giriawas, khususnya kalangan pemuda, dalam kegiatan olahraga voli.

Kepala Desa Giriawas menyampaikan bahwa keberadaan lapang voli baru ini diharapkan menjadi sarana untuk mengembangkan potensi generasi muda. Harapan tersebut bukan tanpa alasan karena tahun lalu tim voli Desa Giriawas berhasil meraih juara pertama pada turnamen tingkat kecamatan yang diselenggarakan di Desa Cikandang, sebuah prestasi yang menunjukkan bakat dan semangat olahraga warga desa.

Dengan rampungnya pembangunan fasilitas ini, pemerintah desa berharap kegiatan kepemudaan, pembinaan atlet desa, hingga persiapan mengikuti kompetisi mendatang dapat berjalan lebih optimal.

“Semoga lapang voli ini tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga wadah bersilaturahmi, berprestasi, dan mengharumkan nama desa,” ujar Kepala Desa  Giriawas.

Pemerintah desa juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas baru tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Desa Giriawas.

Besar harapan lapangan bola voli ini bisa menjadi batu loncatan, pemain muda dari Desa Giriawas menjadi atlet bukan hanya tingkat daerah tetapi juga di tingkat nasional.

Majlis Ta’lim sebagai Media Silaturahmi dan Penguatan Komunikasi Warga

Pada tanggal 30 November 2025, Desa Giriawas menggelar pengajian Majlis Ta’lim tingkat desa yang diselenggarakan di Masjid DKM Darul Falah, Kampung Babakan Jolok RW. 09. Kegiatan ini berlangsung dengan meriah dan penuh semangat, menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan komunikasi antarwarga desa.

Acara pengajian dihadiri oleh seluruh warga Desa Giriawas, termasuk para tokoh masyarakat, jajaran lembaga desa, dan tamu kehormatan dari luar desa. Salah satunya yaitu Komisi II anggota DPRD Kabupaten Garut, Bapak Dindin Mauludin, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan dan kebersamaan warga tersebut.

Pengajian dimulai tepat pukul 08.00 pagi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ayi Yuana, S.Pd., yang mengawali acara dengan penuh khidmat dan khusyuk. Pembacaan ayat suci ini mengantarkan suasana menjadi tenang, menguatkan pondasi spiritual dalam acara Majlis Ta’lim.

Selanjutnya, sambutan dari panitia pelaksana disampaikan secara hangat, yang mengapresiasi antusiasme warga dalam mengikuti pengajian meskipun masi terdapat banyak kekurangan dalam penerimaan baik dari sisi sarana maupun prasarana. Kemudian bapak Deni Sunjani Kepala desa Giriawas memberikan sambutan yang berisi dorongan agar pengajian rutin ini tetap terpelihara serta menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang keagamaan tetapi juga wadah komunikasi sosial antar warga.

Puncak dari acara adalah tabligh akbar yang dibawakan oleh Ustadz Endang Al Ansori. Dengan gaya penyampaian yang menarik dan penuh inspirasi, Ustadz Endang menyampaikan materi pengajian yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi, meningkatkan keimanan, serta mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Para warga desa menyimak dengan penuh perhatian, terbukti dari interaksi hangat dan tanya jawab setelah ceramah selesai.

Kegiatan pengajian ini berlangsung lancar tanpa kendala berarti, didukung pula oleh cuaca yang cerah dan bersahabat sepanjang hari. Suasana kebersamaan terlihat jelas di antara para peserta, yang selain mengikuti pengajian juga saling bertukar kabar dan mendiskusikan berbagai hal terkait pembangunan desa.

Dengan terselenggaranya pengajian Majlis Ta’lim tingkat desa Giriawas ini, diharapkan semakin memperkuat rasa solidaritas dan keharmonisan warga serta menjadi pijakan untuk kegiatan keagamaan dan sosial yang lebih berkelanjutan di masa depan. Desa Giriawas membuktikan bahwa melalui pengajian tidak hanya keimanan yang dipupuk, tetapi juga ikatan sosial yang erat antar warga.

Realisasi Alokasi Dana Desa Triwulan IV di Desa Giriawas untuk Dorong Pemberdayaan Desa Melalui Insentif sekaligus Sosialisasi KDMP

Pada hari Jum’at, 14 November 2025, Pemerintah Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut menyelenggarakan acara realisasi Alokasi Dana Desa (ADD) untuk triwulan IV. Bertempat di Gedung Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas, kegiatan ini menjadi momen strategis untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa melalui pendistribusian insentif dan sosialisasi kelembagaan.

Acara resmi dimulai pukul 13.15 WIB dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Giriawas, yang membuka kegiatan dengan mengapresiasi seluruh aparatur dan masyarakat yang telah aktif membantu kelancaran penyaluran dana desa. Kepala desa menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan ADD agar manfaatnya betul-betul dirasakan oleh warga secara merata.

Selanjutnya, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memberikan sambutan yang menekankan peran serta BPD sebagai mitra pemerintah desa dalam pengawasan penggunaan dana desa. Ketua BPD juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas dan optimalisasi penggunaan ADD demi kemajuan desa.

Sumber : Rahmat Hidayat (14/11/2025) Kegiatan Realisasi Alokasi Dana Desa Triwulan IV Desa Giriawas

Momentum pertemuan ini juga diisi dengan sosialisasi yang dibawakan oleh Ketua Kelompok Dasar Masyarakat Desa (KDMP) Giriawas. Dalam paparannya, Ketua KDMP menjelaskan fungsi lembaga KDMP sebagai forum partisipasi warga dalam pembangunan desa yang juga berperan sebagai penggerak pengembangan ekonomi dan sosial berbasis masyarakat. Sosialisasi ini sekaligus menjadi ajang rekrutmen anggota baru KDMP, dengan harapan semakin banyak warga yang aktif berkontribusi dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan desa. Menariknya, untuk mendorong kepesertaan, Ketua Koperasi Desa Merah Putih hadir memberikan gambaran tentang manfaat bergabung di koperasi yang memiliki peran strategis sebagai mitra KDMP dan contoh nyata lembaga desa yang maju dan mandiri.

Pada penghujung acara dilakukan penyerahan insentif yang bersumber dari ADD kepada para tokoh lokal yang berperan penting dalam menjaga kelancaran pelayanan dan pembinaan masyarakat. Insentif diberikan secara langsung kepada Ketua RT, Ketua RW, dan Kader Yandu yang untuk bulan Oktober dan November 2025. Pemberian insentif ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar kader-kader desa terus bersemangat menjalankan fungsinya di tingkat paling bawah masyarakat.

Secara menyeluruh, realisasi Alokasi Dana Desa triwulan IV di Desa Giriawas ini bukan hanya soal pendistribusian dukungan finansial, tapi juga upaya membangun sinergi dan partisipasi masyarakat secara menyeluruh. Dengan memadukan insentif bagi kader desa dan penguatan kelembagaan melalui KDMP dan koperasi, Desa Giriawas menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan memberdayakan.

Kerja sama yang harmonis antara pemerintah desa, BPD, KDMP, dan Lembaga Desa lainnya menjadi fondasi kuat bagi percepatan progres pembangunan sekaligus peningkatan kualitas pelayanan desa yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi simbol keterbukaan informasi secara transparan dan efektif demi kemajuan bersama.

Pembangunan Jalan di Kampung Jolok RW 07: Bukti Semangat Kolaborasi Warga dan Pemerintah

Pembangunan jalan desa merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas infrastruktur guna menunjang aktivitas sosial dan ekonomi di tingkat lokal. Di Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, proyek pembangunan jalan mulai menampakkan hasil yang menggembirakan, khususnya di Kampung Jolok RW 07, sepanjang 234 meter. Jalan ini berperan penting sebagai penghubung antara Desa Giriawas dan Tanggungrenteng di Desa Barusuda, membuka akses strategis yang selama ini sangat dibutuhkan.

Proyek pembangunan jalan ini didukung sepenuhnya oleh Anggaran Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 dengan nilai dana sebesar Rp 98.000.000,-. Penataan dan perbaikan jalan dimaksudkan tidak hanya memperlancar akses, tetapi juga memberikan efektivitas dan keamanan perjalanan bagi warga yang memanfaatkan jalur tersebut. Targetnya adalah penyelesaian proyek pada hari Jum’at, 14 November 2025, dan berkat kerja keras bersama, target ini dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan.

Sumber : Saripul Hayat (10/11/2025) Titik Nol Pembangunan Jalan Kp. Jolok RW. 07 Desa Giriawas bersumber Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025

Antusiasme warga menjadi kekuatan utama dalam kegiatan pembangunan ini. Ketua RW 07, Bapak Dayat, secara aktif mengerahkan warga secara swadaya untuk turut serta berpartisipasi, khususnya dalam penataan prasarana pendukung seperti saluran air dan irigasi. Perbaikan fasilitas ini dianggap sangat penting untuk memperpanjang usia jalan dan mencegah kerusakan dini akibat genangan air dan aliran yang tidak terkelola dengan baik. Bapak Dayat mengungkapkan bahwa keterlibatan warga merasa terpanggil karena pentingnya jalan ini bukan hanya soal mobilitas sehari-hari, tetapi juga akses darurat.

Dulu, kondisi jalan yang sangat rusak parah mengakibatkan ambulans tidak dapat menjangkau perumahan warga secara optimal, bahkan pada situasi genting sekalipun. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan dan perbaikan jalan ini menjadi prioritas utama, tidak hanya untuk menunjang aktivitas ekonomi tetapi juga memastikan keselamatan dan pelayanan kesehatan bisa diakses dengan lebih cepat oleh seluruh warga.

Meskipun selama masa pengerjaan banyak kendala cuaca, dengan hujan yang turun hampir setiap hari, hal ini tidak mengendurkan semangat dan kerja sama masyarakat di RW 07. Kolaborasi antara perangkat desa dan warga berjalan dengan penuh gotong royong dan kekompakan, menumbuhkan rasa kepemilikan yang kuat terhadap hasil pekerjaan yang positif ini.

Kegiatan gotong royong tersebut juga mencerminkan nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Desa Giriawas. Setiap elemen warga bahu membahu untuk memastikan saluran drainase dan saluran irigasi tertata rapi agar mengurangi dampak kerusakan akibat air hujan deras. Pendekatan kolaboratif ini menjadi contoh bagaimana keterlibatan langsung masyarakat dalam pembangunan infrastruktur desa dapat memastikan keberlanjutan dan kualitas hasil yang lebih baik.

Dengan tersedianya jalan penghubung yang layak dan lebih baik, diharapkan akan memperlancar akses mobilitas warga, menstimulasi kegiatan ekonomi lokal, dan meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya dalam hal transportasi darurat. Jalan ini juga diharapkan mendorong koneksi sosial antar desa yang semakin erat, mendukung pengembangan wilayah secara lebih menyeluruh.

Kesuksesan proyek pembangunan jalan di Kampung Jolok RW 07 Desa Giriawas ini merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah desa, dan masyarakat yang peduli akan kemajuan desanya. Langkah ini sekaligus menjadi titik awal bagi pembangunan infrastruktur lainnya yang akan meningkatkan kesejahteraan warga Desa Giriawas secara berkelanjutan.

Kegiatan Majlis Ta’lim Bulanan Desa Giriawas di Kp. Margaluyu RW 11 Mengundang Mubaligh Kondang

Pada hari Minggu, 26 Oktober 2025, Desa Giriawas kembali menggelar kegiatan Majlis Ta’lim tingkat desa yang berlangsung di Kampung Margaluyu, RW 11. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Iman dengan semangat kebersamaan warga dan antusiasme tinggi dari para peserta.

Majlis Ta’lim bulan ini menghadirkan Qori ternama, Ustadz Nanang Saripudin, yang berasal dari Cibodas, Kecamatan Cikajang. Beliau membawakan lantunan ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdu yang begitu menggetarkan hati jamaah. Hadir pula Mubalig berpengalaman KH Aceng Idang Busrol Karim, yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Ma’rupul Hidayah Barukai Cigedug. KH Aceng memberikan ceramah bertema keagamaan yang penuh makna, membangkitkan semangat keimanan dan motivasi bagi seluruh jamaah.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan ini merupakan agenda bergilir antar lingkungan RW di Desa Giriawas, sehingga menjadi wadah edukasi dan pembinaan keagamaan yang efektif sekaligus mempererat silaturahmi antar warga desa. Dengan lokasi yang berpindah-pindah di tiap RW, setiap daerah mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah dan menampakkan kekompakan komunitasnya.

Meski pada akhir acara turun hujan deras, tidak mengurangi semarak dan kelancaran kegiatan. Para jamaah tetap bertahan dan mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai dengan tertib dan penuh khidmat. Hujan justru menambah suasana spiritual yang khusyuk dan menjadi berkah tersendiri bagi warga yang berpartisipasi.

Acara Majlis Ta’lim di Desa Giriawas ini tidak hanya sebagai sarana pembelajaran agama tapi juga sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa. DKM Nurul Iman bersama tokoh agama serta pengurus RW secara konsisten mendukung terlaksananya program ini dengan maksimal.

Kepala Desa Giriawas memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini. Beliau berharap Majlis Ta’lim ini dapat terus berjalan dengan baik, menjadi forum yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas iman dan takwa masyarakat Giriawas, serta menjaga keharmonisan antar warga lintas RW.

Secara umum, kegiatan Majlis Ta’lim di Kp. Margaluyu RW 11 itu menunjukkan bahwa semangat keagamaan desa masih kuat, sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa tetangga dalam pengelolaan pembinaan umat Islam yang terpadu dan berkelanjutan.

Penemuan Sampah Limbah Kulit Di Desa Giriawas, Pemerintah Desa Giriawas Bergerak Cepat!!!

Garut, 25 Oktober 2025 — Warga Desa Giriawas digemparkan dengan penemuan sampah atau limbah kulit di beberapa lingkungan desa mereka. Lokasi yang terdampak adalah Kampung Giriawas RT 01 RW 03, Kampung Jolok RT 04 RW 07, dan Kampung Sukadana RT 03 RW 12. Penemuan ini terjadi pada hari Kamis malam, 23 Oktober 2025.

Menurut keterangan salah seorang warga setempat, Bu Tita, kejadian bermula sekitar pukul 2 dini hari ketika dirinya melihat sebuah mobil melintas dan diduga menurunkan barang di daerah tersebut. Namun warga tidak menyadari bahwa barang yang dibuang tersebut adalah limbah kulit. 

“Saya hanya lihat ada mobil yang lewat dan ada orang yang menurunkan sesuatu, tapi tidak tahu kalau itu sampah kulit,” ujar Bu Tita.

Pemerintah Desa Giriawas segera mendapatkan informasi dari manajemen PT Perkebunan Nusantara I Reg 2 Kebun Cisaruni mengenai kasus ini. Pihak perusahaan menyatakan bahwa kejadian limbah serupa sebenarnya juga ditemukan di beberapa wilayah perkebunan lainnya yang berada di luar wilayah Desa Giriawas. Hal ini menunjukkan adanya masalah yang lebih luas terkait pengelolaan limbah kulit.

Sumber : Hedi Darnia (24/10/2025) Penemuan Tumpukan Limbah Kulit di Desa Giriawas

Menanggapi temuan tersebut, Pemerintah Desa Giriawas mengambil langkah cepat dan melakukan koordinasi dengan pihak PT Perkebunan Nusantara I Reg 2 Kebun Cisaruni, Forkopimcam Kecamatan Cikajang, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut. Koordinasi ini dilakukan melalui surat resmi yang dilayangkan oleh pemerintah desa dengan beberapa poin penting diantaranya sebagai berikut:

  1. Melakukan investigasi dan verifikasi terhadap pelaku usaha pengelolaan kulit yang diduga membuang limbah secara tidak sesuai aturan.
  2. Memberikan teguran dan pembinaan kepada pelaku usaha agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
  3. Melakukan evakuasi dan pembersihan lokasi dengan pengerahan truk sampah yang akan membawa limbah tersebut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sesuai standar lingkungan.

 

Harapan dari Pemerintah Desa Giriawas dan semua pihak terkait adalah agar Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut dapat segera menindaklanjuti permasalahan ini dengan tindakan tegas dan terkoordinasi. Kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga limbah berbahaya seperti kulit yang tidak dikelola dengan baik tidak terus mencemari lingkungan.

Temuan limbah kulit ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pelaku usaha dan warga agar selalu memperhatikan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab. Pemerintah Desa Giriawas juga berkomitmen untuk terus memantau dan menjaga kebersihan lingkungan serta mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi generasi masa depan.

Mengurai Tantangan dan Meregenerasi Pertanian Menuju Indonesia Emas 2045 bersama Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) di Desa Giriawas

Pada hari Minggu, 19 Oktober 2025, pukul 14.00 WIB, telah berlangsung pertemuan penting yang digagas oleh Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) di kediaman keluarga Nenden Hikmahanto Juwana, Kampung Sukagalih RW 04, Desa Giriawas. Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai tokoh strategis di tingkat desa dan pemerintahan, termasuk Kepala Desa Giriawas, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Ketua Karang Taruna, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), anggota DPRD Komisi II Bapak Dindin Mauludin, S.Pd.I., MM, serta para pelaku usaha dan pengusaha tani.

Acara dimulai dengan sambutan dari Sekretaris Jenderal LPER, Ibu Prof. Dr. Francisca Sestri, S.E., M.M., yang menyambut hangat para hadirin dan menyampaikan maksud serta tujuan kegiatan. Menurut beliau, pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar pelaku pertanian dan pemangku kebijakan di desa guna menghadapi problematika pertanian sekaligus membuka jalan menuju regenerasi sektor pertanian yang berkelanjutan. Terlebih Indonesia sedang mempersiapkan diri menuju pembangunan Indonesia Emas pada 2045, di mana sektor pertanian memegang peranan penting sebagai tulang punggung ketahanan pangan dan penggerak ekonomi desa.

Kepala Desa Giriawas Bapak Deni Sunjani, kemudian memberikan sambutan penuh antusiasme. Beliau menyatakan rasa terhormat atas kedatangan para tokoh dan anggota masyarakat, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk bersama mencari solusi nyata atas tantangan yang dihadapi para petani di desa ini. Menurut Bapak Deni, pemerintah desa berkomitmen mendukung setiap upaya inovasi dan peningkatan kapasitas para petani dengan memaksimalkan peran BUMDes dan berbagai organisasi masyarakat desa.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh anggota DPRD Komisi II, Bapak Dindin Mauludin, S.Pd.I., MM., yang merupakan wakil rakyat dari daerah ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kebijakan pembangunan pertanian yang berpihak kepada petani kecil, meningkatkan akses modal dan teknologi, serta memperkuat mekanisme pemasaran agar hasil produksi mendapatkan harga yang layak dan stabil.

Setelah sambutan, acara utama berupa sesi sharing dimulai. Para pelaku tani dan pengusaha pertanian secara terbuka mengungkapkan persoalan-persoalan yang selama ini menjadi kendala utama di sektor pertanian. Salah satu permasalahan terbesar yang diangkat adalah fluktuasi harga hasil panen yang sangat tajam dan merugikan petani. Contohnya, harga pokok produksi (HPP) untuk tanaman wortel sekitar Rp1.500 per kilogram, tetapi saat musim panen tiba, harga jualnya kadang anjlok hingga Rp300 per kilogram. Kondisi ini berakibat pada ketidakmampuan petani menutup biaya operasional panen dan distribusi, sehingga banyak hasil panen terpaksa dibiarkan membusuk atau bahkan digunakan sebagai pupuk.

Sumber : Saripul Hayat (19/10/2025) Diskusi Pembahasan Ketidakpastian Harga Pertanian

Diskusi semakin mendalam dengan berbagai usulan pemecahan masalah, seperti penguatan kelembagaan Gapoktan untuk mengatur penjadwalan panen dan pemasaran bersama, memberdayakan BUMDes sebagai badan penyangga harga dan pemasaran dengan jaringan distribusi lebih luas, penerapan teknologi penyimpanan dan pengolahan hasil pertanian agar nilai tambah meningkat, serta renca distribusi ke pasar moderen dengan penentuan harga dasar pada komoditas sehingga petani dapat menentukan kesiapan pertanian.

Selain itu, peserta juga membahas regenerasi pertanian sebagai hal strategis untuk masa depan. Harapan besar diarahkan kepada generasi muda desa agar tertarik dan bersedia meneruskan profesi bertani dengan metode modern dan kreatif. Ketua Karang Taruna mengusulkan pelatihan digitalisasi pertanian dan kewirausahaan untuk meningkatkan kapasitas kaum muda ini. Anggota DPRD menyatakan dukungannya melalui program-program pembinaan dan fasilitasi dari pemerintah kabupaten dan provinsi.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk membentuk tim kerja terpadu yang akan secara rutin memantau perkembangan pertanian, mengkaji harga pasar, menginisiasi program inovasi pertanian berkelanjutan, serta mengembangkan jejaring kemitraan dengan berbagai pihak di luar desa melalui pembuat grup whatsapp, sehingga pada pertemuan berikutnya lebih spesifik membahas permasalahan yang dihadapi di dunia pertanian. Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan pertanian yang produktif, berdaya saing, dan mampu menjawab harapan Indonesia Emas 2045—dimana desa Giriawas diharapkan menjadi contoh pengembangan pertanian maju yang aplikatif dan berkelanjutan.

Santunan Anak Yatim ’Program Onta (saONs sabaTA)’: Harmoni Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat untuk Kebaikan Bersama, Sedekah dari Kegiatan UPLAND PROJECT Tahun 2025

Giriawas, 19 Oktober 2025 — Suasana penuh kehangatan dan kebahagiaan tercipta di Gedung Balai Kemasyarakatan Desa Giriawas pada hari Minggu, 19 Oktober 2025. Sebuah kegiatan amal dengan tajuk Santunan Anak Yatim bersumber dari (Upland Project Tahun 2025) terselenggara berkat hasil kolaborasi yang harmonis antara Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat. Acara ini menjadi momentum penting bagi semua pihak yang terlibat untuk menunjukkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong demi kebahagiaan anak-anak yatim di sekitar desa.

Kegiatan santunan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat yang mendukung keberhasilan acara. Tampak hadir para tokoh masyarakat serta pelaku dan kelompok tani anggota Gapoktan Restu Bumi, Kepala Desa Giriawas beserta jajaran perangkat desa, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) juga memberikan apresiasi langsung atas inisiatif mulia ini. Tak ketinggalan, Kepala Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut turut hadir memberikan dukungan penuh. Representasi dari legislatif diwakili oleh anggota DPRD Komisi II, Dindin Mauludin, S.Pd.I., M.M., yang sangat mengapresiasi gagasan program ini sebagai bentuk konkret sinergi antara sektor pertanian dan kesejahteraan sosial.

Sumber : Saripul Hayat (19/10/2025) Kebersamaan Berbagai Elemen dalam Kegiatan Sosial Keagamaan

Program santunan anak yatim ini memiliki kisah unik dan khas sebagai buah dari kolaborasi dua organisasi dengan latar berbeda namun satu tujuan mulia. Yayasan Hikayat yang selama ini konsisten mengelola dan membina anak-anak yatim di berbagai wilayah melakukan kerja sama dengan Gapoktan Restu Bumi yang bergerak dalam bidang pertanian terutama pengolahan tanaman kentang sebagai program upland. Dari hasil panen kentang tersebut, Gapoktan menyisihkan sebagian hasilnya untuk disalurkan sebagai santunan kepada anak-anak yatim melalui Yayasan Hikayat.

Inisiatif ini tidak hanya sebuah kegiatan sosial biasa, melainkan sebuah cita-cita agar program dapat berkelanjutan yang diberi nama “Santunan Anak Yatim bersumber Anggaran Program Onta (Réréongan saOns sabaTa) dari Upland Project Tahun 2025” yang mengandung makna kekeluargaan dan kebersamaan dalam membantu sesama. Dengan pendekatan program ini, Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat berkomitmen menjadikan santunan sebagai agenda rutin yang melibatkan partisipasi masyarakat tani sekaligus menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial.

Acara santunan berlangsung dengan suasana yang sangat khidmat dan penuh rasa haru. Anak-anak yatim yang hadir menerima bantuan berupa uang santunan serta bingkisan khusus yang disiapkan dengan penuh perhatian. Seruan dan sambutan dari berbagai pihak menambah kehangatan suasana, mengingat betapa pentingnya dukungan bersama dalam membangun masyarakat yang kuat dan peduli.

Kepala Desa Giriawas, Deni Sunjani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesungguhan Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat yang telah merancang program ini. Beliau berharap kegiatan ini bisa menginspirasi kelompok masyarakat lain untuk melakukan aksi sosial serupa demi kesejahteraan dan kebahagiaan anak-anak yang membutuhkan. “Kegiatan ini bukan hanya soal memberikan bantuan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan dan rasa memiliki antar sesama di desa kita,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Haeruman, sangat tersentuh ”kegiatan seperti ini menjadi contoh inspiratif bagaimana kita bisa bersama-sama membangun desa yang maju dan berkeadaban, di mana hasil pertanian tidak hanya untuk kesejahteraan ekonomi, tetapi juga menjadi sarana berbagi dan menebar kebaikan. Semoga kolaborasi ini terus berkembang, menjadi model bagi desa-desa lain dalam menerapkan pendekatan pembangunan yang holistik dan berkelanjutan. Terima kasih atas dedikasi semua pihak, terutama Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat, serta seluruh masyarakat Desa Giriawas yang telah mendukung keberhasilan acara ini” Tuturnya.

Sementara itu, Dindin Mauludin, anggota DPRD Komisi II, menyatakan dukungan legislatif terhadap program ini. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. “Sinergi antara Gapoktan dan Yayasan seperti ini harus didukung dan dikembangkan agar dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat terutama generasi muda yang memerlukan perhatian dan perlindungan,” kata beliau.

Sumber : Dani Sawaludin (19/10/2025) Pemberian Santunan Anak Yatim

Para pelaku dan kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Restu Bumi merasa bangga dapat berkontribusi secara langsung terhadap kesejahteraan anak yatim melalui hasil panen mereka. Ini merupakan wujud nyata dari keberlanjutan pertanian yang tidak hanya fokus pada hasil ekonomi, tetapi juga pada nilai sosial kemasyarakatan.

Kegiatan Santunan Anak Yatim kolaborasi Gapoktan Restu Bumi dan Yayasan Hikayat di Desa Giriawas hari ini menjadi contoh nyata bahwa melalui kebersamaan dan kepedulian, kesejahteraan komunitas dapat ditingkatkan. Sesuai dengan moto Program Onta, “Bersama kita berbagi dan peduli dalam suka dan duka,” diharapkan semangat ini terus bergelora dalam kehidupan masyarakat Desa Giriawas dan sekitarnya.

Survei Lokasi Rencana Pembangunan Jalan Lingkungan ke Tempat Pemakaman Umum di Kampung Giriawas

Pemerintah Desa Giriawas Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut sedang mempersiapkan rencana pembangunan jalan lingkungan sepanjang 207 meter yang menghubungkan akses ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kampung Giriawas RT 01 RW 03. Kegiatan survei lokasi dikoordinasikan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Garut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur desa yang melayani kebutuhan masyarakat secara langsung.

Survei lokasi yang dilaksanakan bertujuan untuk mengukur kondisi existing jalan dan lahan sekitar, menentukan titik awal dan akhir jalan baru, serta memastikan spesifikasi teknis pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat. Pembangunan jalan ini diharapkan dapat mempermudah akses keluarga dan masyarakat menuju TPU, terutama di saat-saat kunjungan dan kegiatan keagamaan.

Sumber : Rahmat Hidayat (16/10/2025)

 

Jalan lingkungan sepanjang 207 meter ini akan menggunakan spesifikasi yang sesuai standar dinas terkait agar memberikan keamanan, kenyamanan, dan daya tahan lama bagi pengguna. Selain itu, pembangunan jalan tersebut mendukung kelancaran mobilisasi serta mendukung pengelolaan lingkungan pemakaman yang lebih baik.

Rencana pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Garut dan Desa Giriawas dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana desa demi kesejahteraan masyarakat. Dengan akses jalan yang memadai, diharapkan aktivitas masyarakat dan pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif serta meningkatkan kualitas hidup warga Desa Giriawas. Bahkan, beberapa fasilitas secara swadaya oleh masyarakat dibangun seperti pemasangan Penerangan Jalan Umum sederhana yang dibangun untuk akses ke TPU terutama pada saat prosesi pemakaman di Malam Hari.

Oleh karena itu, Pemerintah desa mengajak seluruh warga untuk mendukung pelaksanaan pembangunan ini agar berjalan lancar, dan hasilnya dapat dinikmati bersama sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di wilayah Desa Giriawas.